Review Jurnal Kurikulum
Tugas
Mandiri II
The
Various Concept of Curriculum and the Factor Involved in Curricula-making
(Shao-Wen
Su, January 2012)
Disusun
Sebagai Salah Satu Tugas Terstruktur Yang Diwajibkan
Dalam
Mengikuti Perkuliahan Kurikulum dan Pembelajaran
Oleh,
LENI MARIANI NST/ 1602050044
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYYAH SUMATERA UTARA
TAHUN
2017
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT serta junjungan nabi besar kita Muhammad SAW yang
telah memberikan nikmat sehat kepada kita semua. Shalawat serta salam kita
panjatkan ke Hadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan kita kesehatan
sehingga kita dapat menyelesaikan tugas review jurnal ini.
Alhamdulillah,
dengan terselesaikannya pembuatan review jurnal ini, kami sangat
bersyukur. Karena dengan niat yang baik kami bisa menyelesaikan tugas yang
telah diberikan oleh Bapak Muhammad Arifin, M.Pd., guna untuk memenuhi nilai
mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran.
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini masih banyak kekurangan dan jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta saran
yang membangun, guna menyempurnakan tugas ini dan dapat menjadi acuan dalam
menyusun tugas-tugas selanjutnya.
Penulis
juga memohon maaf apabila dalam penulisa tugas ini terdapat kesalahan
pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan para pembaca dalam memahami
maksud penulis.
Leni
Mariani Nst, 8 Desember 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR
ISI........................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
A. Manfaat
Critical Jurnal Review....................................................................... 1
B. Tujuan
Penulisan Critical Journal Review....................................................... 1
C. Identitas
Journal yang direview...................................................................... 1
BAB
II RINGKASAN ISI ARTIKEL................................................................. 2
A. Pendahulun
.................................................................................................. 2
B. Deskripsi
Isi.................................................................................................. 3
BAB
III PEMBAHASAN...................................................................................... 8
A. PEMBAHASAN
ISI JOURNAL................................................................ 8
A.1 Pembahasan Isi Jurnal........................................................................................ 8
A.2 Pembahan Jurnal I.............................................................................................. 8
A.3 Pembahasan Jurnal II......................................................................................... 8
B. KELEBIHAN
DAN KEKURANGAN JOURNAL................................... 9
Jurnal I...................................................................................................................... 9
Jurnal II..................................................................................................................... 9
BAB
IV PENUTUP............................................................................................... 10
C. KESIMPULAN........................................................................................... 10
D. REKOMENDASI
UNTUK PERBAIKAN JURNAL............................... 11
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................... 11
BAB
I PENDAHULUAN
D. Manfaat
Critical Jurnal Review
·
Untuk menambah wawasan penulis maupun
pembaca dalam mengetahui isi journal yang direview
·
Membantu pembaca mengetahui gambaran dan
penilaian umum dari sebuah journal atau hasil karya tulis ilmiah lainnya secara
ringkas
·
Mengetahui kelebihan dan kelemahan
journal yang dikritik
·
Mengetahui kualitas journal dengan
membandingkan terhadap karya dari penulis yang sama atau penulis lainnya
·
Memberi masukan kepada penulis journal
berupa kritik dan saran terhadap isi dan tata bahasa.
E. Tujuan
Penulisan Critical Journal Review
·
Tujuan yang ingin dicapai penyusun dalam
penulisan critical journal review ini adalah untuk mengajak pembaca lebih memahami secara mendalam
mengenai kedua jurnal tersebut
·
Bertujuan untuk melengkapi nilai tugas
individu dari dosen pengampu.
F.
Identitas Journal yang direview
Ø Journal
I
1.
Judul :
The Various Concept of curriculum and the Factors Involved in Curricula-making
2.
Nama Journal : Journal of Language Teaching and Research
3.
Edisi Terbit : Edisi 1
4.
Penulis Artikel : Shao-Wen Su
5.
Penerbit :
ACADEMY PUBLISHER Manufactured in Finland.
6.
Kota Terbit : Taiwan
7.
Nomor ISSN : 1798-4769
8.
Alamat Link : https://www.researchgate.net/publication/268348184_The_Various_Co
ncepts_of_Curriculum_and_the_Factors_Involved_in_Curriculu-making
Ø Journal
II
1. Judul : A Curriculum Development
Process Model
2. Nama
Journal : Journal Of College Teaching
And Learning
3. Edisi
Terbit : Edisi 2
4. Penulis
Artikel : Donal Dawley And Douglas
Havelka
5. Penerbit : -
6. Kota
Terbit : Florida
7. Nomor
ISSN : -
BAB II RINGKASAN ISI ARTIKEL
C.
Pendahulun
Ø Jurnal
I
Kurikulum
merupakan salah satu bagian terpenting dalam suatu proses pendidikan. Karena
Tanpa adanya kurukulum, suatu pendidikan
tidak akan berjalan dengan semestinya. Hal ini akan menimbulkan perubahan dalam
perkembangan kurikulum, khususnya di Negara kita yaitu Indonesia. Kurikulum
merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Keberhasilan sumber
daya manusia dalam segi pendidikan sangat dipengaruhi oleh adanya pemahaman
dari seluruh personal di sekolah tersebut dalam melaksanakan kurikulum.
Secara
teoritis, Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan
agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam,
ilmu pengetahuan sosial, seni dan budaya, pendidikan jasmani dan olah raga,
keterampilan atau kejujuran.
Guru
sebagai perencanaan, pelaksana dan pengembang kurikulum dalam kelasnya.
Sekalipun ia tidak mencetuskan sendiri tentang konsep-konsep kurikulum. Dalam
pelaksanaan kurikulum juga diperlukan kerja sama yang sangat erat antara guru
dengan orang tua murid. Sebagian kegiatan belajar yang dituntut kurikulum
dilaksanakan di rumah. Dan Orang tua mengikuti dan mengamati kegiatan belajar
anaknya dirumah.
Ø Jurnal
II
Kurikulum
merupakan seperangkat rencana dan pengaturan isi bahan dari bagan pelajaran
serta cara yang yang digunakan sebagai pedoman untuk menjalankan aktivitas
belajar-mengajar. Kurikulum merupakan salah satu komponen yang menentukan dalam
suatu sistem pendidikan karena merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan.
Tujuan
utama kurikulum adalah mempersiapkan siswa untuk bekerja di masa depan.
Kurikulum Harus mempersiapkan siswa untuk bekerja dengan teknologi terkini,
mengintegrasi teknologi baru dan mengevaluasi dan menerapkan teknologi yang
muncul dari waktu ke waktu. Menjadikan kurikulum sebagai kebutuha global dari
pada kebutuhan institusional atau nasional.
Dalam
pengembangan kurikulum banyak model-model yang digunakan dalam pengembangan
kurikulum. Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan
atas kelebihan dan kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal,
tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan
pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang digunakan.
D.
Deskripsi Isi
Ø Jurnal
I
1. Konseptualisasi
Kurikulum
Menurut
Pratt (1994) dan Barrow dan Milburn (1990) kata “Kurikulum” berasal dari kata
kerja bahasa latin currere, “lari”.
“Currere” menjadi kata benda mungil dan berarti “Balab kereta” atau “trek
balab”. Perpanjangan dibuat oleh Cicero yang menghubungkan yang menghubungkan
istilah tersebut dengan curriculum vitae yang berarti “jalannya hidup
seseorang”. Goodson (1994) menggambarkan kurikulum sebagai konsep multifaset,
dibangun, dinegosiasikan dan dinegosiasi ulang pada berbagai tingkatan dan
diberbagai daerah. Pandangan ini mencerminkan sifat kurikulum yang kompleks dan
interaktif.
Longstreet
dan Shane (1993) mengungkapkan sisi lain dari kurikulum yang membutuhkan
pengambilan suatu keputusan: Kurikulum adalah kecelakaan historis yang belum
dikembangkan dengan tepat untuk mencapai tujuan yang jelas. Sebaliknya, hal itu
telah berkembang sebagai respos terhadap peningkatan kompleksitas dalam
pengambilan keputusan pendidikan.
Barrow
dan Milburn (1990) dan Beauchamp (1977) Mencatat bagaimana istilah “kurikulum”
dalam beberapa kasus yang digunakan dalam konteks yang sangat terbatas, namun
dalam kasus lain konteks kurikulum itu sangat luas.
A.
Kurikulum Sebagai Tujuan
Dalam
proses pengembangan kurikulum, secara umum, tujuan kurikulum sangat jelas dan
spesifik dalam hal perilaku dan persyaratan yang dapat diamati. Penekanan pada
tujuan adalah karakterisasi tujuan dari model kurikulum. Dalam pengertian ini,
fokus pada tujuan dan juga orientasi guru atau administratif. Kurikulum
ditetapkan oleh politisi tanpa berkonsultasi dengan guru dan sangat sedikit
guru yang merasakan kepemilikan apapun terhadap materi yang harus mereka
ajarkan.
B.
Kurikulum Sebagai Program Studi atau
Konten
Kurikulum
dapat juga diartikan sebagai program studi atau konten. Beauchamp (1977) ; Wood
dan Davis (1978), Kurikulum menggambarkan atau menentukan isi dan tujuan
pengajaran formal namun, lebih fokus kepada sarana pengajaran. Dalam defenisi
ini berfokus pada isi kursus dari pada tujuan pembelajaran.
C.
Kurikulum Sebagai Rencana
Dalam
uraian ini, Tom (1984) mengkaji kurikulum sebagai “rencana pengajaran atau
instruksi”. Pratt (1994), menganggapnya sebagi “rencana dalam proses belajar-mengajar
yang berkelanjutan.
D.
Kurikulum Sebagai Dokumen
Brady
(1995), memandang kurikulum sebagai dokumen, secara garis besar, sebuah program
kusrus yang ditulis pada selembar kertas. Dokumen tertulis harus dibuat dengan
memasukkan pernyataan tujuan,isi, metode, dan penilaian. Salah satu contoh dari
dokumen tertulis ini adalah “Silabus”.
E.
Kurikulum Sebagai Pengalaman
Marsh
(1997), mengemukakan kurikulum sebagai “serangkaian rencana dan pengalaman yang
saling terkait dan diselesaikan oleh seorang siswa dibawah bimbingan sekolah.
Hubungan antara “rencana dan pengalaman” saling berkaitan, di mana “rencana”
dikaitkan dengan kurikulum terencana sebelumnya, dan” pengalaman” mengacu pada
kejadian yang tidak direncanakan dikelas. Marsh (1997), “Kurikulum actual yang
diterapkan dikelas terdiri dari gabungan rencana dan pengalaman…”. Pengajaran
jarang sepenuhnya spontan atau direncanakan, melainkan saling keterkaitan
antara dorongan dan niat. Semua interaksi yang dihadapi siswa, dilingkungan
akademik , dapat dianggap sebagai bagian dari kurikulum mereka. Oleh karena itu
seluruh rangkaian pengalaman yang akan dialami siswa dalam perjalanan
pendidikan, seperti klub sekolah, majelis, kunjungan, dan kompetisi akademik,
adalah bagian dari kurikulum yang diperluas. Dalam hal ini, pengalaman
belajar-mengajar dapat dipandang sebagai kegiatan pasca-kurikuler.
Kurikulum tersembunyi dideskripsikan sebagai suatu hasil
sampingan dari proses pembelajaran. Keberadaan kurikulum tersembunyi ini
bersifat tidak terencana dan tidak terprogram, namun memiliki pengaruh baik
secara langsung maupun tidak langsung terhadap hasil belajar. Kurikulum
tersembunyi berkaitan erat dengan moral yaitu meliputi sikap, tingkah laku,
keteladanan, kemampuan individual, dan apapun yang tercermin dari pribadi
seorang guru.
Kurikulum tersembunyi memberikan siswa berupa peningkatan
atau merugikan pembelajarn mereka. Oleh karena itu kurikulum tersembunyi
memberikan siswa pengalaman / proses pembelajaran. Kurikulum tersembunyi
mencakup faktor-faktor akseptabilitas sosial, kerentanan, keamanan, kecemasan
dan citra diri. sangat penting bagi siswa untuk memahami dunia karena pemahaman
tersebut diperdaya oleh mereka untuk memahami dunia di sekitar mereka.
2. Menuju Pandangan
Kurikulum Yang lebih Luas
Menurut Brady (1995) dan Nanun (1988), proses
pengembangan kurikulum umumnya mencakup empat elemen yaitu: tujuan, isi,
metode, dan evaluasi. Reynolds dan Halpin (1982), memperluas pandangan ini
dengan mempertimbangkan “hasil” sebagai elemen kelima dari kurikulum. Sebuah
rekomendasi kurikulum yang lebih luas, yaitu suatu yang mencakup pembelajaran
lingkungan dan menganggap dimensi sosial dari pengalaman sekolah sebagai elemen
penting dalam pencapaian efektivitar kurikuler.
Brown (1994) dan Richards (1988, 2001), mengemukakan
bahwa model kurikuler mencakup analisis kebutuhan, metodologi, dan evaluasi serta
prosedur untuk mengembangkan tujuan dan sasaran. Nunan (1988), mengemukakan
analisis kebutuhan, identifikasi tujuan, penetapan belajar, pengembangan
material, kegiatan belajar, cara belajar dan lingkungan evaluasi dimasukkan
sebagai elemen penting sebagai perbandingan.
Berbagai kegiatan pengembangan kurikulum dipandang
sebagai proses yang berkelanjutan dalam proses belajar-mengajar dan dalam
proses evaluasi. Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa kurikulum hanya
dipandang dari perspektif tunggal seperti konten, hasil, atau tujuan yang tidak
seimbang dan terbatasi oleh ruang lingkup. Akibatnya, ada kemungkinan yang
membuat penilaian palsu dan gagal dalam memahami kompleksitas kurikulum dan
aspek pengajaran dan pembelajaran
Ø Jurnal
II
1. Pedoman Desain
Panduan
pertama, Consistent Mission, membahas lingkungan lokal dimana proses
pengembangan kurikulum berlangsung. Misi MIS harus konsisten dengan universitas
dan sekolah misi bisnis. Oleh karena itu, penting sebelum memulai proses
pernyataan misi universitas dan sekolah ditinjau oleh kunci utama dalam proses
pengembangan. Jika ada potensi konflik atau tujuan yang tidak jelas, pertanyaan
harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah.
Panduan
kedua, Pengetahuan dan Keahlian Terbaik, membahas sumber daya yang tersedia
untuk proses pengembangan. Proses tersebut secara obyektif memanfaatkan
pengetahuan dan keahlian terbaik yang tersedia dari semua sumber yang mungkin.
Panduan
ketiga, Benchmark External Programs, membahas lingkungan yang lebih luas dimana
proses pengembangan kurikulumnya sedang berlangsung. Program kompetitif,
sejawat, dan elit harus disurvei dan dievaluasi. Program kompetitif adalah
kompetisi yang bersaing untuk siswa dan siswa yang bersaing dengan program
lulusan untuk pekerjaan atau masuk program pascasarjana. Program rekan kerja
adalah program yang dianggap serupa dalam konten, ukuran, dan kualitas. Program
elit adalah mereka yang memiliki reputasi tinggi dan kompetitif dengan fitur
dan kelebihan yang berharga dan unik. Dari program ini harus diperhatikan dan
dievalusi dalam kerangka biaya / manfaat / kelayakan.
Panduan
keempat, Menilai Program yang Ada, menetapkan garis dasar untuk perubahan di
masa depan.Penilaian yang jujur dan kritis terhadap kekuatan dan kelemahan
suatu program yang harus dilakukan saat ini .
Panduan
kelima, Proses Iteratif, mengakui perlunya mengembangkan loop umpan balik di
antara langkah-langkah yang terlibat dalam proses dan kebutuhan untuk
menggabungkan informasi yang diperoleh dan keputusan yang dibuat kembali ke
langkah awal Seperti halnya proses berulang.
Panduan
keenam, Mengoptimalkan Penawaran Kursus, membahas pelaksanaan program.
Kesimpulan dari prosesnya adalah mengelompokkan bidang pengetahuan dan
menghilangkan hal yang tidak ingin dipublikasikan. Implementasinya harus
mempertimbangkan beberapa kendala, sebagai berikut.
·
Mereka harus didukung secara
administratif
·
Jumlah persiapan fakultas harus masuk akal dan
fasilitas harus tersedia
·
Mereka harus menantang dan mempersiapkan siswa
untuk meningkatkan nilai bagi perusahaan
·
Organisasi atau mempersiapkan diri untuk
pendidikan pascasarjana
·
Mereka harus memberikan fleksibilitas
program untuk memungkinkan siswa mencapai persyaratan program melalui berbagai
prasyarat.
2. Proses Review
Dengan
Pedoman Desain dalam pikiran, secara umum kita akan memulai peninjauan dan
mengikuti urutan yang diberikan pada tahap dibawah ini:
|
Tujuan dari tahap 1 adalah untuk memanfaatkan pengetahuan
yang tersedia di akademis, industri dan organisasi profesional lainnya yang
relevan dengan kurikulum MIS.
Tahap
2 mencakup organisasi formal tim peninjau dan proses. Tahapan tinjauan, jadwal
dan peraturan dasar dibahas dan penyesuaian dibuat seperlunya.
Tahap 3 dimulai dengan pemilihan program MIS
yang kompetitif, sejawat dan elit. Fakultas MIS dan administrator SBA yang
tepat harus menyetujui pemilihan program MIS untuk dipelajari. Sekolah yang
dipilih ditugaskan ke anggota tim untuk dihubungi, dipelajari, diringkas dan
diposkan ke database
.
Tahap 4 melibatkan tim untuk mengembangkan pandangan bersama tentang peran
peran, misi, prioritas, dan tujuan MIS. Fase ini sangat penting, karena ini
menyangkut artikulasi siapa diri Anda, apa yang ingin Anda capai, dan sifat
lulusan Anda.
Tahap
5 memerlukan identifikasi area pengetahuan inti utama dan urutannya. Fokus
awalnya adalah mengidentifikasi area pengetahuan MIS yang penting dan
diinginkan. Fase ini menggunakan literatur dan penelitian program sebelumnya
untuk mengumpulkan konsep TI ke bidang pengetahuan utama.
Tahap 6 berfokus pada pengorganisasian bidang
pengetahuan terkait ke dalam kursus, mengatur kursus menjadi se-quences, dan
kemudian membangun prasyarat dan co-syarat. Sangat penting bahwa proses
perancangan dan struktur program menjadi berulang-ulang.
Tahap 7 memberikan evaluasi akhir dan
perbaikan struktur dan urutan kursus. Fokus khusus harus pada menghilangkan
duplikasi yang tidak diinginkan dan kedalaman bangunan dan luasnya pengetahuan.
Fase ini mencakup semua koordinasi yang mungkin diperlukan sehubungan dengan
kursus yang melayani departemen lain serta departemen yang mungkin memberikan
layanan MIS.
Fase
terakhir dan 8 memerlukan kepatuhan terhadap prosedur tata kelola internal. Dokumentasi
yang sesuai harus dipersiapkan, dikoordinasikan dan diserahkan melalui otoritas
persetujuan. Katalog Universitas, publikasi perguruan tinggi, brosur
departemen, situs web, saran dan dokumen lainnya harus diperbaharui dengan
tepat.
BAB
III PEMBAHASAN
E.
PEMBAHASAN ISI JOURNAL
A.1 Pembahasan Isi
Jurnal
Dalam
jurnal satu dijelaskan kurikulum menurut Longstreet dan Shane (1993)
mengungkapkan sisi lain dari kurikulum yang membutuhkan suatu pengambilan
keputusan: Kurikulum adalah kecelakaan historis yang belum dikembangkan dengan
tepat untuk mencapai tujuan yang jelas. Sebaliknya, hal itu telah berkembang
sebagai respons terhadap peningkatan kompleksitas dalam pengambilan keputusan
pendidikan. Sedangkan pada jurnal yang kedua , Benchmark External Programs,
membahas tentang lingkungan yang lebih luas dimana proses pengembangan
kurikulumnya sedang berlangsung. Program kompetitif, sejawat, dan elit harus
disurvei dan dievaluasi. Program kompetitif adalah kompetisi yang bersaing
untuk siswa dan siswa yang bersaing dengan program lulusan untuk pekerjaan atau
masuk program pascasarjana. Program rekan kerja adalah program yang dianggap
serupa dalam konten, ukuran, dan kualitas. Program elit adalah mereka yang
memiliki reputasi tinggi dan kompetitif dengan fitur dan kelebihan yang
berharga dan unik.
A.2 Pembahan Jurnal I
Dalam proses pengembangan kurikulum,
secara umum, tujuan kurikulum sangat jelas dan spesifik dalam hal perilaku dan
persyaratan yang dapat diamati. Penekanan pada tujuan adalah karakterisasi tujuan
dari model kurikulum. Dalam pengertian ini, fokus pada tujuan dan juga
orientasi guru atau administratif. Kurikulum ditetapkan oleh politisi tanpa
berkonsultasi dengan guru dan sangat sedikit guru yang merasakan kepemilikan
apapun terhadap materi yang harus mereka ajarkan.
Kurikulum juga dapat
diartikan sebagai program studi atau konten. Kurikulum
menggambarkan atau menentukan isi dan tujuan pengajaran formal namun, lebih
fokus kepada sarana pengajaran. Kurikulum sebagai dokumen tertulis, Dokumen
tertulis harus dibuat dengan memasukkan pernyataan tujuan, isi, metode, dan
penilaian. Salah satu contoh dokumen tertulis yaitu Silabus
kurikulum sebagai
“serangkaian rencana dan pengalaman yang saling terkait dan diselesaikan oleh
seorang siswa dibawah bimbingan sekolah. Hubungan antara “rencana dan
pengalaman” saling berkaitan, di mana “rencana” dikaitkan dengan kurikulum
terencana sebelumnya, dan” pengalaman” mengacu pada kejadian yang tidak
direncanakan dikelas.
A.3 Pembahasan Jurnal
II
Pada Jurnal kedua membahas tentang lingkungan lokal
dimana proses pengembangan kurikulum berlangsung. Dan juga membahas sumber daya
yang tersedia untuk proses pengembangan. Proses tersebut secara obyektif
memanfaatkan pengetahuan dan keahlian terbaik yang tersedia dari semua sumber
yang mungkin.
Pada jurnal ini membahas 8 tahap dari peninjauan panduan
desain kurikulum. Pada masing-masing tahap memiliki tujuan-tujuan tertentu,
contoh: Tahap 1. Mencari persyaratan kurikuler yang untuk memanfaatkan
pengetahuan yang tersedia di akademis, industri dan organisasi profesional
lainnya yang relevan dengan kurikulum MIS. Tahap 2. Mencapai consensus mengenai
organisasi dan waktu proses peninjauan dan bertujuan mencakup
organisasi formal tim peninjau dan proses. Tahapan tinjauan, jadwal dan
peraturan dasar dibahas dan penyesuaian dibuat seperlunya.
F.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JOURNAL
Ø Jurnal
I
Kelebihan
·
Identitas dari jurnal ini sangat lengkap
·
Pada halaman terakhir dari jurnal ini
dijelaskan identitas dari penulis jurnal
·
Abstrak jelas, sehingga dengan membaca
abstraknya saja para pembaca dapat mengetahui hasil dari penelitian tersebut
·
Dalam jurnal ini dijelaskan pengertian
kurikulum menurut para ahli
·
Dalam jurnal ini juga dijelaskan
tujuan-tujuan dari kurikulum
·
Menerapkan kerapihan dalam penulisan
·
Jurnal ini dilengkapi dengan linear dan
lingkaran konsentris untuk memudahkan para pembaca
Kekurangan
·
Isi dari jurnal ini sangat sedikit
·
Penulisan dalam jurnal ini masi ada yang
salah, seperti pada bagian kesimpulan penulis menuliskan “itself”, seharusnya “it
self.
Jurnal II
Kelebihan
·
Abstrak jelas, sehingga dengan membaca
abstraknya saja para pembaca dapat mengetahui hasil dari penelitian tersebut
·
Bahasa yang digunakan baku
·
Penyusunan paragraph rapi
·
Dilengkapi dengan diagram dan tabel
·
Format dai jurnal ini sudah lengkap
Kekurangan
·
Identitas dari jurnal ini tidak lengkap,
tidak ada ISSN
·
Jurnal ini tidak memiliki penerbit
·
Kesimpulan dan saran hanya sedikit,
sehingga pembaca tidak bisa melihat isi jurnal dari kesimpulan
BAB
IV PENUTUP
G.
KESIMPULAN
Dari
hasil pembahasan jurnal di atas dapat disimpulkan bahwa kurikulum memiliki arti
yang cukup luas. Kurikulum adalah bagian terpenting pendidikan, dimana kualitas
suatu Negara ditentukan oleh kualitas pendidikan. Yang mana pendidik adalah
suatu media terpenting untuk mengatur dan mengembangkan potensi siswa didalam
sekolah.
Tujuan
dari kurikulum yaitu untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki
kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga Negara yang produktif, kreatif,
inovatif, dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
Dalam
tahapan peninjauan Melibatkan tim untuk mengembangkan pandangan bersama tentang
peran peran, misi, prioritas, dan tujuan MIS. Fase ini sangat penting, karena
ini menyangkut artikulasi siapa diri Anda, apa yang ingin Anda capai, dan sifat
lulusan Anda. Pengorganisasian bidang pengetahuan terkait ke dalam kursus,
mengatur kursus menjadi se-quences, dan kemudian membangun prasyarat dan
co-syarat. Sangat penting bahwa proses perancangan dan struktur program menjadi
berulang-ulang.
H.
REKOMENDASI UNTUK PERBAIKAN JURNAL
Ø Jurnal
I
Jurnal
ini sudah sangat bagus tetapi saya ingin memberikan saran, penulis harus lebih
teliti lagi dalam penulisan kata agar pembaca tidak salah mengartikan. Dan
untuk isi saya sarankan agar pembahasannya diperlengkap.
Ø Jurnal
II
Saya
menyarankan agar kesimpulan dari jurnal ini dibuat lebih lengkap lagi agar
mempermudah pembaca untuk memahami isi jurnal tersebut
DAFTAR
PUSTAKA
The Various Concept of
Curriculum and the Factors Involved in Curricula-making. (2012). Journal
of Language Teaching Research, 154-158.
A Curriculum
Development Process Model. (t.thn.). Journal of College Teaching And
Learning, 51-56.


Komentar
Posting Komentar