Tugas Critical Book Review Kurikulum dan Pembelajaran

CRITICAL BOOK REVIEW
“KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN”

            DOSEN PEMBIMBING :
            Mhd Arifin, S.Pd, M.Hum


            DISUSUN:
            OLEH             : LENI  MARIANI  NST
            NPM               : 1602050044
            KELAS          : 3 A PAGI  BAHASA INGGRIS

Description: C:\Users\User\Downloads\LOGO.png
 











FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATRA UTARA
(UMSU)
TAHUN 2016/2017




DAFTAR ISI
                                                                                                  Halaman
SAMPUL............................................................................................ 0
DAFTAR ISI....................................................................................... i
KATA PENGANTAR........................................................................ ii
-       IDENTITAS BUKU…………………………………………………………………...1
-       RINGKASAN ( SUMMARY ) BUKU I .................................................................... 2
-       KELEBIHAN BUKU .................................................................................................. 9   
-       KELEMAHAN BUKU I.............................................................................................. 10 
-       IDENTITAS BUKU...................................................................................................... 11
-       RINGKASAN ( SUMMARY ) BUKU II.................................................................... 12
-       KELEBIHAN BUKU II............................................................................................... 37     
-       KELEMAHAN BUKU II............................................................................................. 37
-        PERBANDINGAN ANTARA BUKU I & II............................................................. 38
        KESIMPULAN............................................................................................................. 39
-        SARAN.......................................................................................................................... 40
-        REFERENSI................................................................................................................. 40

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya yang memberikan kesehatan dan nikmatnya sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan sendirinya, akan berkibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia.
Dalam buku I yang berjudul Kurikulum dan Pembelajaran, melampirkan beberapa hal terbaru dalam dunia pendidikan Indonesia, diantaranya adalah Model Jaringan Kurikulum yang dikeluarkan oleh Pusat Kurikulum  (Puskur) Balitbang Depdiknas, Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Pengembangan Silabus, dan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Buku II yang berjudul Kurikulum dan pembelajaran : Teori dan praktik Pengembangan Kurikulum tingkat satuan Pendidikan (KTSP) ini berisi tentang hal-hal yang mendasar secara teoritis tentang pengembangan kurikulum dan pembelajaran serta praktiknya dalam mengembangkan dokumen KTSP.
Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam menyelesaikan tugas ini. Namun penulis menydari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya tugas ini.


Medan,    Oktober 2017


   Leni Mariani Nst


BAB 1
IDENTITAS BUKU I












Judul Buku                    : Kurikulum & Pembelajaran
Penerbit                          : PT RAJAGRAFINDO PERSADA
Penulis                            : Tim pengembang MKDP
Tahun Terbit                 : 13 Maret 2011
Tebal Halaman              : 305 Halaman
No ISBN                         : 978-979-769-382-4
Harga Buku                   : Rp 75.000




BAB II
RINGKASAN ISI BUKU I
BAB I
1.    Pengertian, Dimensi, Fungsi, dan Peranan Kurikulum
A.  Uraian
1.    Pengertian dan Dimensi Kurikulum
Istilah kurikulum (curriculum) berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu), dan pada awalnya digunakan dalam dunia olahraga. Pada saat itu kurikulumdirtikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finishuntuk memperoleh medali/penghargaan. Pengertiankurikulum senantiasa berkembang terus sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan.
      Merujuk pada dimensi pengertian yang terakhir, maka dapat dengan mudah mengungkap keempat dimensi kurikulum tersebut dikaitkan dengan pengertian kurikulum.
a.    Pengertian Kurikulum Dihubungkan Dengan Dimensi Ide
b.   Pengertian Kurikulum Dikaitkan dengan Dimensi Rencana
c.    Pengertian Kurikulum Dikaitkan Dengan Dimensi Aktifitas
d.    Pengertian Kurikulum Dikaitkan Dengan Dimensi Hasil
Berkaitan dengan fungsi kurikulum bagi siswa sebagai subjek didik, terdapat enam fungsi kurikulum, yaitu :
a.    Fungsi Penyesuaian (the adjustive or adaptive function)
b.   Fungsi Integrasi (the integrating function)
c.    Fungsi Diferensiasi (the differentiating function)
d.   Fungsi Persiapan (the propaedeutic function)
e.    Fungsi Pemilihan (the selective function)
f.     Fungsi Diagnostic (the diagnostic function)

2.        Peranan Kurikulum
a.    Peran konservatif
b.   Peran Kreatif
c.    Peran kritis dn Evaluatif
BAB II
LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
1.    Landasan Filosofis Pengembangan Kurikulum
a.    Pengertian Filsafat
Socrates (dalam Syarifuddin 2007) mengemukakan bahwa filsafat adalah cara berfikir secara radikal, menyeluruh, dan mendalam atau cara berfikir yang mengupas sesuatu sedalam-dalamnya.
     Cabang Filsafat Umum terdiri atas:
1.    Metafisika
2.    Epistemologi dan Logika
3.    Aksiologi

b.    Manfaat Filsatat Pendidikan
Filsafat memiliki manfaat dan memberikan konstribusi yang besar terutama dalam memberikankajian sistematis berkenaan dengan kepentingan pendidikan.

c.    Filsafat dan Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan memuat pernyataan-pernyataan mengenai berbagai kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki oleh pesrta didikselaras dengan sistem nilai dan falsafah yang dianutnya.

d.   Kurikulum dan Filsafat Pendidikan
Kurikulum pada hakikatnya adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan.

e.    Aliran-aliran Filsafat Pendidikan
1.      Idealisme
2.      Realisme
3.      Pragmatisme

2.    Landasan Psikologis Pengembangan Kurikulum
“Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi yang mempelajari proses perkembangan individu, baik sebelum maupun setelah kelahiran”
a.    Perkembangan Peserta Didik
b.    Psikologi Belajar dan Pengembangan Kurkulum

3.    Landasan Sosiologis Pengembangan Kurikulum
Landasan sosiologis pengembangan kurikulum adalah asumsi-asumsi yang berasal dari sosiologi yang dijadikan titik tolak dalam pengembangan kurikulum.
a.       Masyarakat dan Kurikulum
b.      Kebudayaan dan kurikulum

4.    Landasan Teknologis Pengembangan Kurikulum
Adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari hasil riset atau penelitian dan aplikasi dari ilmu pengetahuan yang yang menadi titik tolak dalam pengembangan kurikulum.

BAB III
KOMPONEN-KOMPONEN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Sistem kurikulum terbentuk oleh 4 komponen, yaitu, (1) komponen tujuan, (2) isi kurikulum, (3) metode atau strategi pencapaian tujuan, dan (4) komponen evaluasi. Sebagai suatu sistem, setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain. Manakala salah satu komponen yang membentuk sistem kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponen lainnya, maka sistem kurikulum juga akan terganggu.
Tujuan pendidikan memiliki klasifikasi, dari mulai tujuan yang sangat umum sampai tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur, yang dinamakan kompetensi. Tujuan pendidikan diklasifikasikan menjadi empat yaitu:
1.    Tujuaan Pendidikan Nasional (TPN)
2.    Tujuan Institusional (TI)
3.    Tujuan Kurikuler (TK)
4.    Tujuan Intruksional atau Tujuan Pembelajaran (TP)
Menurut Bloom, dalam bukunya yang sangat  terkenal Taxonomi of Educational Objectives yang terbit pada tahun 1965, bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan kedalam tiga klasifikasi atau tiga domain(bidang), yaitu domain kognitif, efektif, dan psikomotor.
Domain kognitif menurut Bloom terdiri dari enam tingkatan, yaitu: Pengetahuan (knowledge), Pemahaman (comprehension), Penerapan (aplicition), Analisis, Sintesis, dan Evaluasi. Menurut Kratwohl dan kawan-kawan (1964), dalam bukunya Taxonomy of Education Objectives: Efektive Domain, Domain efektive dimiliki tingkatan yaitu: Penerimaan, Merespons, Menghargai, Mengorganisasi dan Karakterisasi Nilai. Domain psikomotor adalah tujuan yang berhubungan dengan kemampuan keterambilan atau skill seseorang. Ada tujuh tingkatan yang termasuk kedalam domain ini adalah: Persepsi (perception), Kesiapan (set), Meniru (imitation), Membiasakan (habitual), Menyesuaikan (adaption), dan Menciptakan (organization).
Strategi pembelajaran dapat dibagi atas Strategi Exposition, dan Strategi Discovery Learning, serta Strategi Groups dan Individual Learning.
BAB IV
PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
            Prinsip adalh suatu hal yang sifatnya sangat penting dan mendasar, terlahir dan menjadi suatu kepercayaan. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukkan pada pengertian tentang berbagai hal yang terkait pada pengembangan kurikulum, terutama dalam fase perencanaan kurikulum (curriculum planning).  Pada dasar nya, prinsip-prinsip tersebut merupakan ciri dari hakikat kurikulum itu sendiri.
            Setidaknya ada empat sumber prinsip pengembangan kurikulum, yaitu: data empiris (empirical data), data eksperimen (experiment data), cerita/legenda yang hidup dimasyarakat (folklore of curriculum), dan akal sehat (common sense).  Data empiris dan data eksperimen merupakan data yang dianggap paling terpercaya dan legenda pertimbangan akal sehat. Namun demikian, akal sehat dan cerita yang hidup dimasyarakat tetap menjadi bahan yang harus diperhatikan. Bahkan hard data sendiri digunakan setelah melalui pertimbangan akal sehat.
            Sesuai dengan sumber datanya, maka prinsip-prinsip pengembangan kurikulum bisa diklasifikasikan menjadi tiga tipe prinsip, yaitu: anggapan kebenaran utuh atau menyeluruh ( whole truth), anggapan kebenaran parsial (partial truth), dan anggapan kebenaran yang masih memerlukan pembuktian (hypothesis).
            Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum bisa dibedakan dalam dua kategori, yaitu prinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum biasanya digunakan hamper dalam setiap pengembangan kurikulum di manapun. Di samping itu prinsip ini merujuk pada prinsip yang harus diperhatikan untuk dimiliki oleh kurikulum sebagai totalitas dari komponen-komponen yang membangunnya. Prinsip umum pengembangan kurikulum meliputi prinsip relevansi, fleksibel, komunitas, praktis atau efesien, dan efektivitas.
            Prinsip khusus, artinya prinsip yang hanya berlaku ditempat tertentu dan situasi tertentu. Prinsip khusus ini juga merujuk pada prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan komponen-komponen kurikulum itu sendiri, misalnya prinsip yang digunakan untuk mengembangkan komponen tujuan, prinsip untuk mengembangkan komponen isi kurikulum, prinsip untuk mengembangkan media dan alat bantu pembelajaran, serta prinsip yang berkaitan dengan komponen evaluasi. Di mana prinsip pengembangan satu komponen dengan komponen lainnya akan berbeda.
BAB V
MODEL PENGEMBANGAN ORGANISASI KURIKULUM
Model pengembangan kurikulum, yaitu langkah sistematis dalam proses penyusunan kurikulum. Altrnatif prosedur dalam rangka mendesain (designing), menerapkan (implementation), dan mengevaluasi (evaluation) suatu kurikulum. Model pengembangan kurikulum harus dapat menggambarkan suatu proses sistem perencanaan program pembelajaran yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan dan standar keberhasilan dalam pendidikan, berdasarkan pada perkembangan teori dan praktik kurikulum. Dewasa ini telah banyak dikemukakan model-model pengembangan kurikulum, diantaranya: 1) Model Ralph Tyler; 2) Model Administratif; 3) Model Grass Roots; 4) Model Domonstrasi; 5) Model Miller-Seller; 6) Model Taba (inverted model) dan Model Beauchamp.
Organisasi kurikulum merupakan pola susunan sajian isi kurikulum, yang bertujuan untuk mempermudah siswa dalam mempelajari bahan pelajaran serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan belajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif.
Ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan sehubungan dengan organisasi kurikulum, yaitu: ruang lingkup atau cakupan (scope), urutan bahan (sequence), kontinuitas, keseimbangan dan keterpaduan (integrated).
Secara umum terdapat dua bentuk orgnisasi kurikulum, yaitu:
1.        Kurikulum berdasarkan Mata pelajaran (Subject Curriculum)
Dalam bentuk kurikulum ini meliputi:
a.       Mata Pelajaran yang Terpisah-pisah (Separated Subject Curriculum)
b.      Mata Pelajaran Terhubung (Correlated Curriculum)
c.       Fusi Mata Curriculum (Broadfields Curriculum)
2.        Kurikulum Terpadu (Integrated Curriculum).
Dalam bentuk kurikulum ini meliputi diantaranya:
a.       Kurikulum Inti (Corre Curriculum)
b.      Social Functions dan Persistent Situations
c.       Experience atau Activity Curriculum.
BAB VI
EVALUASI KURIKULUM
       Evaluasi Kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria. Indikator        kinerja yang dievaluasi adalah efektivitas, relevansi, efisiensi, dan kelalaian (feasibility) program.
       Tujuan Evaluasi Kurikulum adalah untuk keperluan: (a) Perbaikan Program; (b) Pertanggungjawaban kepada berbagai pihak; dan (c) Penentuan tindak lanjut hasil pengembangan. Model Evaluasi digolongkan kedalam lima model, yaitu:
1.        Measurement
2.        Congruence
3.        Illumination
4.        Educational System Evaluation
5.        CIPP

BAB VII
KONSEP DASAR PEMBELAJARAN
            Pembelajaran merupakan suatu psoses interaksi antara komponen-komponen sistem pembelajaran. Konsep dan pemahaman pemahaman pembelajaran dapat dipahami dengan menganalisis aktvitas komponen pendidik, peserta didik, bahan ajar, media, alat, prosedur belajar. Konsep awal dalam memahami pembelajaran ini dapat dipandang dari apa itu “belajar”.
       Perubahan dan munculnya beberapa konsep dan pemahaman tentang belajar merupakan suatu bukti bahwa pembelajaran adalah proses mencari kebenaran, mnggunakan kebenaran, mengembangkannya untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan hidup manusia,khususnya yang berhubungan dengan upaya mengubah perilaku, sikap, pengetahuan, dan pemaknaan terdapat unsur-unsur yang akan menghasilkan hasil belajar. Melalui hasil belajar inilah maka pembelajaran bisa berkelanjutan, sehingga segala sesuatu yang dibutuhkan menusia akan terpenuhi.

BAB VIII
KOMPONEN-KOMPONEN PEMBELAJARAN
       Pembelajaran memiliki makna yang lebih luas dari istilah pengajaran. Kata pembelajaran dan kata pengajaran dapat dibedakan pengertianya. Kalau kata pengajaran dapat dibedakan pengertiannya. Kalau kat apengajaran hanya ada didalam konteks guru-murid dikelas formal, sedangkan kata pembelajaran tidak hanya ada dalam konteks guru-murid didalam kelas formal. Akan tetapi, meliputi kegiatan belajar mengajar yang tidak dihadiri oleh guru secara fisik. Didalam kata pembelajaran, ditekankan pada kegiatan belajar siswa melalui usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar.
       Sebagai sebuah sistem, pembelajaran memiliki sejumlah komponen, yaitu:
·           Tujuan
·           Bahan (materi pelajaran)
·           Strategi Pembelajaran
·           Media Pembelajaran
·           Media Pembelajaran
·           Evaluasi Pembelajaran

BAB IX
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN
Pembelajaran pada dasarnya adalah interaksi antara siswa dengn lingkungan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu perubahan perilaku (pengetahuan,sikap, maupun keterampilan. Bahwa untuk terjadinya proses pembelajaran secara efektif dan efisien, maka terdapat beberapa ketentuan, kaidah, norma, atau disebut dengan prinsip pembelajaran yang harus menjadi perhatian dan menjadi inspirasi dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Prinsip pembelajaran dapat diklasifikasikan kedalam dua bagian, yaitu:
1.        Prinsip pembelajaran yang bersifat umum, yaitu: bahwa belajar menghasilkan perubahan perilaku peserta didik yang relative permanen; peserta didik memiliki potensi, gandrung, dan kemampuan yang merupakan benih kodrati untuk ditumbuh kembangkan.
2.        Prinsip pembelajaran yang bersifat khusus antara lain yaitu: Prinsip perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung/berpengalaman, pengulangan , tantangan, balikan dan penguatan, dan prinsip perbedaan individual.

BAB X
PENDEKATAN, STRATEGI, DAN MODEL PEMBELAJARAN
Pembelajaran adalah kegiatan dimana guru melakukan peranan-peranan tertentu agar siswa dapat belajar untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Terdapat berbagai konsepsi tentang pembelajaran, hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan pendekatan yang digunakan orang dalam memahami makna pembelajaran. Pembelajaran dapat dipahami melalui pendekatan filsafati, pendekatan psikologi dan pendekatan sistem
Dalam pendekatan filsafati antara lain kita dapat memahami makna pembelajaran melalui aliran Idealisme, Realisme, Pragmatisme, Konstruktivisme, Eksistensialisme, dan Pancasila. Dalam pendekatan psikologi antara lain dapat memahamimakna pembelajaran melalui aliran Behaviorisme, Kognitif dan Humanisme.
Strategi pembelajaran adalah pola umum rencana interaksi nantara siswa dengan guru dan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Berbagai jenis strategi pembelajaran tersebut dapat dipahami berdasarkan: a) rasio guru dan siswa; 2) pola hubungan guru dan siswa; 3) peranan guru dan siswa dalam pengelolaan pembelajaran; 4) peranan guru dan siswa dalam mengolah “pesan” atau materi pembelajaran; 5) proses berpikir dalam mengolah “pesan” atau materi pembelajaran.
Kriteria pemilihan strategi dan model pembelajaran hendaknya didasarkan kepada kesesuaiannya dengan hal sebagai berikut:
1.        Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2.        Peranan guru dan siswa yang diharapkan dalam mencapai tujuan pembelajaran
3.        Karakteristik mata pelajaran atau bidang studi
4.        Kondisi lingkungan serta keadaan sarana dan waktu pembelajaran yang tersedia

BAB XI
INOVASI KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
Inovasi pada dasarny merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru atau berupa produk daru suatu hasil olah-pikir dan olah-teknologi yang diterapkan melalui tahapan yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul, dan memperbiki suatu keadaan tertentu atau proses tertentu yang terjadi dimasyarakat. Difusi inovasi dimaknakan sebagai penyebarluasan gagasan inovasi tersebut melalui suatu proses komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan saluran tertentu dalam suatu rentang waktu tertentu diantara anggota sistem sosial masyarakat
Ada empat ciri utama inovasi pendidikan, yaitu:
1.        Memiliki kekhasan
2.        Memiliki ciri atau unsur kebaruan
3.        Program inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana
4.        Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan
Ciri-ciri inovasi, yang sangat memengaruhi derajat adopsi tersebut akan bergantung pada: 1) adany keuntungan relative (relative Anvantages); 2) Memiliki kekompakan dan kesepahaman (compatibility); 3) Memiliki derajat kompleksitas (complexity);  4) Dapat dicobakan (trialability); 5) Dapat diamati (observability). Tahapan dari model proses keputusan inovasi, yaitu: 1)tahap pengetahuan, 2) tahap bujukan, 3) tahap pengambilan keputusan, 4) tahap implementasi, 5) tahap konfirmasi
Ada lima perbedaan individu dalam inovasi, yaitu: 1) pembaru/perintis (inovators), yaitu mereka yang paling cepat mengadopsin inovasi; 2) adopter awal (early adopter), yaitu orang yang tergolong cepat mengikuti kelompok innovator; 3)mayoritas awal (early adopter), yaitu mereka yang termasuk mau meniru apabila telah berhasil; 4) mayoritas akhir (late majority), yaitu kelompok yang umumnya ragu-ragu terhadap pengetahuan baru; 5) adopter akhir (late adopters), yaitu kelompok yang sangat skeptic, dan resisten terhadap perubahan.
Difusi inovasi cenderung mengembangkan dimensi demokratis, artinya difusi inovasi yang dilaksanakan mengemban misi untuk meninggalkan konsepsi pendidikan yang terbatas bagi kepentingan elite tertentu, menuju pada konsepsi pendidikan yang lebih demokratis. Dalam inovasi ada enam ciri yang bisa diperhatikan secara nyata, yaitu: 1) penggantian (substitution); 2) perubahan (alternation); 3)penambahan (addition); 4) penyusunan kembali (restructuring); 5) penghapusan (elimination); dan 6) penguatan (reinforcement).
Mental block barriers merupakan hambatan yang lebih disebabkan oleh sikap mental, seperti salah persepsi atau asumsi, cenderung berfikir negative, dihantui oleh kecemasan dan kegagalan. Sedangkan hambatan yang sifatnya culture block (hambatan budaya, antara lain berupa adat yang sudah mengakar dan mentradisi, taat terhadap tradisi setempat. Sedangkan hambatan social block (hambatan sosial), yaitu hambatan inovasi sebagai akibat dari faktor sosial dan pranata msyarakat sekitar, missal perbedaan suku dan agama, atau ras.

BAB III
KELEBIHAN BUKU I
·           Penulisan kata-katanya jelas dan mudah dimengerti
·           Isi yang dipaparkan simple
·           Buku ini mengajarkan tentang apa arti kurikulum dalam dunia pendidikan
·           Pilihan kata atau kaliamat-kalimat yang digunakan dalam buku sangat sederhana dan sering kita temui dalam bahasa sehari-hari
·           Buku I dilengkapi dengan rangkuman sehingga pembaca lebih mudah menacari kesimpulan

BAB IV
KELEMAHAN BUKU
·           Penulisnnya masih ada yang salah, seperti pada halaman 83, seharusnya kata “ketidak setujuan” malah ditulis “ketidaksetujuan”.
·           Buku ini tidak menjelaskan tentang kurikulum secara detail atau rinci tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
·           Buku ini juga tidak menjelaskan tentang KTSP
·           Buku ini banyak membahas tentang pendapat menurut para ahli dan juga tidak membahas materinya dengan pendapat pribadi dari si penulis


BAB V
IDENTITAS BUKU II


Judul Buku           : Kurikulum dan Pembelajaran                       
Penerbit                : Kencana Prenada Media Group
Penulis                   : Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, M.Pd
Tahun Terbit        : 2008
Tebal Halaman     : 379 Halaman
ISBN                      : 978-979-1486-19-4
Harga Buku          : Rp 50.000






BAB VI
RINGKASAN BUKU II
BAB 1
HAKIKAT KURIKULUM
      
       Murray Print (1993) yang mengungkapkan bahwa kurikulum meliputi:
1.        Planning learning experiences;
2.        Offered within and educational institutional/program;
3.        Representented as a document; and
4.        Includes experiences resulting from implementing that document.

       Print memandang bahwa sebuah kurikulum meliputi perencanaan pengalaman belajar, program sebuah lembaga pendidikan yang diwujudkan dalam sebuah dokumen serta hasil dari implementasi dokumen yang telah disusun

Kurikulum memiliki tiga dimensi yakni kurikulum sebagai mata pelajaran, kurikulum sebagai pengalaman belajar, dan kurikulum sebagai perencanaan program pembelajaran.
Kurikulum sebagai mata pelajaran biasanya erat hubungannya dengan usaha memperoleh ijazah. Kurikulum sebagai mata pelajaran memiliki ketentuan sebagai berikut:
1.      Perencanaan kurikulum biasanya menggunakan judgment ahli  bidang studi.
2.      Mempertimbangkan tingkat kesulitan peserta didik, minat, dan urutan bahan
3.      Menekankan pada penggunaan metode dan strategi pembelajaran.

 B.    Peran dan Fungsi Kurikulum
1.    Peran Kurikulum       
A.    Peran konservatif, melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu.
B.     Peran Kreatif, mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa untuk dapat mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya agar dapat berperan aktif  dalam kehidupan sosial yang senantiasa bergerak maju secara dinamis.
C.     Peran kritis dan evaluatif, menyeleksi nilai dan budaya mana yang perlu dipertahankan dan nilai budaya mana yang harus diubah anak didik.Fungsi Kurikulum
Dilihat dari cakupan, tujuan, dan isi,  kurikulum  mempunyai 4 fungsi yaitu:
1.      Fungsi pendidikan umum
2.     Fungsi suplementasi
3.      Fungsi eksplorasi
4.   Fungsi keahlian
 C.   Kurikulum dan Pengajaran
Peter F. Oliva (1992) menggambarkan hubungan kurikulum dan penagajaran dengan bebebrapa kemungkinan yaitu:
1.        Model dualistis (the dualistic model)
2.        Model berkaitan (the interlocking model)
3.        Model konsentris (the concentric model
4.        Model siklus (the cyclical model)
D.   Kurikulum Ideal dan Kurikulum Aktual
Kurikulum ideal merupakan pedoman bagi setiap guru khusunya tentang tujuan dan kompetensi yang harus dicapai, Sedangkan kurikulum aktual adalah kurikulum nyata yang dapat dilaksanakan  oleh  guru sesuai dengan kondisi yang ada.
E.    Kurikulum Tersembunyi (Hidden curriculum)
Kurikulum tersembunyi  adalah efek yang muncul sebagai hasil belajar yang sama sekali di luar tujuan yang dideskrpsikan. Menurut Ballack dan Kiebard, Hidden curriculummemilki tiga dimensi yaitu:
1.      Dapat menunjukkan suatu hubungan sekolah meliputi guru, peserta didik, struktur kelas dll.
2.      Menjelaskan sejumlah proses pelaksaan di dalam dan di luar sekolah.
3.      Mencakup perbedaan tingkat kesengajaan (intensionalitas)
1.      F.    Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum
Murray Printr (1993) mecatat peran guru  sebagai berikut
1.    Implementers
2.    Adapters
3.   Developers

Bab  II
 LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

A.   Hakikat Pengembangan Kurikulum
Pengembangan kurikulum pada hakikatnya adalah proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan pelajaran yang harus dipelajari serta bagaimana cara mempelajarinya. Orientasi pengembangan kurikulum menurut Seller menyangkut enam aspek yaitu:

1.    Rentangan kegiatan (Range of Activity)
Pengembangan isi kurikulum biasanya diawali dengan rancanagn kebijakan kurikulum, rancanagn bidang studi, program pengajaran, unit pengajaran, dan rancangan pembelajaran.
2.    Tujuan Kelembagaan (institusional purpose)
Tujuan kelembagaan sama artinya dengan visi dan misi sekolah . Pengembangan kurikulum selamanya harus sejalan dengan visi dan misi sekolah yang bersangkutan karena pada hakikatnya kurikulum disusun untuk mencapai tujuan sekolah.
Pengembangan landasan kurikulum terdiri atas tiga sumber yakni;
1.      Hakikat dan nilai ilmu pengetahuan
2.      Studi tentang kehidupan sebagai aspek sosial budaya.
3.      Studi tentang siswa dan teori-teori belajar

B.   Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum
1.      Prinsip relevansi
2.      Prinsip Fleksibilitas
3.    Prinsip kontinuitas
4.      Prinsip efektivitas

C.     Landasan pengembangan Kurikulum
1.      Landasan filosofis, sebagai landasan fundamental  filsafat mempunyai empat fungsi. 1) Menentukan arah dan tujuan pendidikan. 2) Menentukan isi dan materi pelajaran. 3) Menentukan strategi dan cara mencapai tujuan.
A.    Filsafat dan tujuan pendidikan, tujuan pendidikan harus mengandung. 1) autonomy memberi kesadaran, pengetahaun, dan kemampuan yang prima kepada setiap individu dan kelompok. 2) Survival pendidikan bukan saja harus menjamin terjadinya pewarisan dan memperkaya budaya dari generasi ke generasi, akan tetapi harus memberikan pemahaman saling ketergantungan antar manusia
B.     Filsafat sebagai proses berpikir, kurikulum cenderung bersifat idealis akan berbeda dengan kurikulum yang berorientasi pada aliran realis, pragmatis, dan ekstensialis.
2.        Landasan Psikologi
Kurikulum harus memperhatikan kondisi psikologis perkembangan dan psikologi anak.
a.      Psikologi perkembangan anak, menurut Piaget anak memliki  fase perkembangan kognitif: 1) Sensorimotor (0-2 tahun)  2) Praoperasional (2-7tahun). 3)Operasional Konkret, ( 7-11tahun.4) Operasional Formal(11-14 tahun ke atas.
b.      Psikologi belajar, perkembangan kurikulum tidak terlepas dari teori belajar. Teori belajar ada dua aliran. 1) aliran belajar behavioristik elementeristik. 2) aliran belajar kognitif-wholistik.

3.    Ladasan Sosiologis-Teknologis dalam Pengembangan kurikulum
Sekolah bukan hanya berfungsi untuk mewariskan kebudayaan dan nilai-nilai suatu masyarakat akan tetapi sekolah juga berfungsi untuk mempersiapkan anak didik dalam kehidupan masyarakat.
a.    Kekuatan sosial yang dapat Mempengaruhi Kurikulum
Kekuatan kelompok dapat memberikan tekanan dalam proses pengembangan kurikulum. Seringkali kelompok-kelompok tersebut memberikan masukan dan tuntutan yang berbeda seperti golongan agama, poloitik militer, industri dll. Pengembang kurikulum harus dapat memperhatikan tuntutan yang berbeda tersebut. Oleh sebab itu, menyerap informasi dari masyarakat merupakan langkah penting dalam proses penyusunan kurikulum.
       b.    Kemajuan IPTEK sebagai bahan pertimbangan Penyusunan Kurikulum
Kemajuan teknologi memberikan dampak posistif dan negatif terhadap kehidupan masyarakat. Seiring dengan hal tersebut kurikulum harus mampu menyesuaikan terhadap perubahan yang terjadi. Hal ini penting agar isi dan strategi yang dikembangkan dalam kurikulum  tidak terlihat usang. Hal penting yang harus diperhatikan terhadap perubahan yang terjadi adalah perubahan pola hidup dan perubahan kehidupan sosial politik.

Bab III
DESAIN KURIKULUM
A.      Desain Kurikulum Disiplin Ilmu
Desain kurikulum disiplin ilmu merupakan desain kurikulum yang berpusat kepada pengetahuan. Kurikulum ini berorientasi pada pengembangan intelektual siswa, dikembangkan oleh para ahli mata pelajaran sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing. Siswa dalam kurilkulum ini bukan hanya diharapkan menguasai mata pelajaran melainkan terlatih proses berpikirnya melalui proses penelitian ilmiah yang sistematis.
Strategi dalam kurikulum ini menggunakan strategi ekspositoris, guru menyampaikan gagasan atau informasi secara langsung. Evaluasi yang digunakan bervariasi disesuaikan denga tujuan mata pelajaran. Pelajaran humaniora diukur dengan esai, kesenian dikuur berdasarkan unsure subjetivitas. Matematika diukur berdasarkan pemahaman aksioma.
Ada tiga bentuk kurikulum yang berorintasi pada disiplin ilmu.
1.        Subject Centered Curriculum
2.        Correlated Curriculum
3.      Integrated curriculum
B.       Desain Kurikulum Berorientasi pada Masyrakat.
Dalam desain kurikulum ini kebutuhan masyarakat harus dijadikan dasar dalam menentukan isi kurikulum. Ada tiga persepektif dalam kurikulum iini. 1) Persepektif status quo, Rancangan kurikulum ini diarahkan untu melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat. Yang dijadikan dasar oleh para perancang kurikulum ini adalah aspek-aspek penting dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dikaji berbagai aktivitas yang dilakukan oleh orang dewasa untuk menjadi isi kurikulum yang harus diajarkan kepada siswa.2) Persepektif pembaharuan, menekankan pada proses mengembangkan hubungan antar kurikulum dan kehidupan sosial, politik, dan ekonomi masyarakat. Tujuan kurikulum ini adalah mempertemukan siswa dengan masalah-masalah yang dihadapi manusia. Ada tiga kriteriyang harus diperhatikan dalam mengimplentasikan kurikulum ini. Pertama, siswa harus memfokuskan kepada salah satu aspek yang ada di masyarakat yang dianggap perlu diubahKeduasiswa harus melakukan tindakan terhadap masalah yang dihadapi di masyarakat. Ketiga, tindakan siswa harus didasarkan pada nilai. Evaluasi pembelajaran diarahkan kepada kemampuan siswa mengartikulasiakn isu atau masalah, mencari pemecahan masalah, memiliki kamauan untuk menlakuakn tindakan,
C.       Desain kurikulum Berorientasi pada Siswa
Yang mendasari desain ini adalah bahwa pendidikan diselenggakan untuk membantu anak didik. Dalam mendesain kurikulum ini Alece Crow( Crow &Crow, 1955) menyarankan sebagai berikut:
1.      Kurikulum harus disesuikan dengan perkembangan anak.
2.      Isi kurikulum harus mencakup keterampilan, pengetahuan dan sikap
3.      Anak ditempatkan sebagai subjek belajar
4.     Dupayakan apa yang dipelajari siswa sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat perkembangan siswa.

D.     Desain Kurikulum Teknologis
Teknologi mempengaruhi kurikulum dapat dilihat dari dua sisi. 1) Sisi penerapan hasil-hasil teknologi, adalah perencanaan yang sistematis dengan menggunakan media atau alat dalam kegiatan pembelajaran. Penerapan dan pemanfaatan hasil teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi pembelajaran. 2) Teknologi sebagai suatu sistem, menekankan kepada penyusunan program dengan menggunakan pendekatan sistem yang ditandai dengan perumusan tujuan khusus sebagai tujuan yang harus dicapai. Karakteristik kurikulum ini adalah: 1) belajar dipandang sebagai proses respon terhadap rangsangan. 2) Belajar diatur berdasarkan langkah-langkah tertentu dengan sejumlah tugas yang dipelajari. 3) Secara khusus siswa belajar individual, meskipun dalam hal-hal tertentu bisa saja belajar kelompok.    Efektivitas dan keberhasilan implementasi kurikulum teknologi hendaklah memperhatikan hal-hal sebagai berikut. 1) kesadaran akan tujuan. 2) siswa diberi kesempatan untuk mempraktikan kecakapannya sesuai dengan tujuan.3) Siswa perlu diberi tahu yang telah dicapai.
Bab IV
PENDEKATAN DAN MODEL
PENGEMBANGAN KURIKULUM
A.    Pndekatan Pengembangan Kurikulum
1.      Pendekatan Top Dow
2.        Pendekatan Grass Roots

B.   Model-model pengembangan kurikulum
Model adalah abstraksi dunia nyata atau representasi peristiwa kompleks. Model dapat diartikan rancangan yang dapat digunakan untuk menerjemahkan sesuatu ke dalam realita yang sifatnya lebih praktis. 
Macam-macam model pengembangan kurikulum antara lain.
1. Model Tyler
2. Model  Taba
3)  Model olive
4)  Model Beauchamd
5) Model Wheeler
6)      Model Nicholis
7)      Model Dynamic Skilbeck

Bab 5
PENGEMBANGAN TUJUAN DAN ISI KURIKULUM
A.   Pendahuluan
Pengembangan komponen-komponen kurikulum membentuk sistem kurikulum. Komponen kurikulum yang saling berkaitan tersebut adalah:
Oval:   Tujuan

                                        
                                                           
Oval: evaluasi  Tujuan
 




Oval:   metode
 




                     Gambar 5.1
          Komponen Sistem Kurikulum
A.           Pengembangan Tujuan Kurikulum
Ada beberapa alas an mengapa tujuan perlu dirumuskan dalam kurikulum. Pertama, tujuan erat kaitannya dengan arah dan sasaran yang harus dicapai oleh setiap upaya pendidikan. Kedua, dapat membantu dalam mendesain model kurikulum dan sistem pembelajaran. Ketiga, dapat digunakan sebagai control kualitas pembelajaran.

1.        Klasifikasi tujuan
Bloom mengklasifikasikan tiga domain tujuan:
1.      Domain kognitif
2.    Domain afektif
3.    Domain Psikomotor

2.        Herarkis Tujuan
Tujuan pendidikan dari yang bersifat umum sampai kepada tujuan yang sangat umum sampai kepadan tujuan khusus itu dapat diklasifikasikan menjadi empat yaitu:
·         Tujuan Pendidikan Nasional (TPN)
·         Tujuan Institusional (TI)
·         Tujuan Kurikuler (TK)
·        Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran (TP)

B.       Pengembangan Materi Kurikulum
Bahan atau materi kurikulum adalah isi atau muatan kurikulum yang harus dipahami siswa dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.
1.         Sumber-sumber Materi Kurikulum
Ada tiga sumber materi kurikulum: 1) masyarakat beserta budayanya, sekolah berfungsi untuk mempersiapkan anak didik agar dapat dapat hidup di masyarakat.  2) Siswa sebagai sumber materi kurikulum, tugas dan fungsi pendidikan adalah untruk mengembangkan seluruh potensi siswa. Oleh sebab itu, kebutuhan anak menjadi salah satu sumber materi kurikulum. 3) Ilmu pengetahuan, bahan atau materi kurikulum dapat bersumber dari ilmu pengetahuan tersebut.
2.         Tahap Penyeleksian Materi Kurikulum
Ada beberapa tahap dalam menyeleksi bahankurikulum yakni: 1) identifikasi kebutuhan; 2) mendapatkan bahan kuriklum; 3) menganalisis bahan; 4) menilai bahan; dan 5) membuat keputusan.
3.         Jenis-jenis Materi Kurikulum
Materi kurikulum  yang harus dipelajari siswa terdiri dari fakta, konsep, prinsip, hukum, dan keterampilan. Fakta adalah sifat dari suatu gejala, peristiwa, benda yang wujudnya dapat ditangkap oleh panca indra. Konsep adalah abstraksi kesamaan dan keterhubungan dari sekelompok benda atau sifat. Prinsip, hubungan antara dua atau lebih konsep yang sudah teruji secar empirik.. Keterampilan adalah pola kegiatan yang memiliki tujuan tertentu yang memerlukan manipulasi dan koordinasi informasi.
1.      Kriteria penetapan materi.
Secara umum ada beberapa pertimbangan dalam menetapkan materi kurikulum yakni: a) tingkat kematangan siswa.b) tingkat pegalaman siswa.c) Tarap kesulitan materi.

Bab 6
HAKIKAT KURIKULUM
TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
A.     Pendahuluan
Kurikulum  satuan pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum terbaru di Indonesia yang disarankan untuk dijadikan rujukan oleh para pengembang kurikulum di tingkat satuan pendidikan. KTSP lahir dari semangat otonomi daerah, dalam hal ini urusan pendidikan tidak semuanya tanggung jawab pusat, akan tetapi sebagian tanggung jawab daerah. Oleh sebab itu, dilihat dari model pengembangan KTSP merupakan salah satu model kurikulum yang bersifat desentralisasi.
B.      Pengertian dan Karakteristik KTSP
1.       Pengertian
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan  oleh masing-masing satuan pendidikan. Ada beberapa hal yang berhubungan dengan makna kurikulum operasional
2.    Karakteristik KTSP
KTSP memiliki karakteristik sebaai berikut
1.      Berorientasi pada disiplin ilmu. Hal ini terlihat dari pertama, terdapatnya struktur program yang memuat sejumlah mata pelajaran. Kedua, keberhasilan KTSP diukur dari kemampuan siswa menguasai materi pelajarn.
2.      Beroreitasi pada pengembangan individu. Hal ini terlihat dari prinsip pembelajaran ditekankan pada aktivitas siswa, dan dalam strutur kurikulum terdapat komponen pengembangan diri yang menekankan pada minat dan bakat siwa.
3.      Mengakses kepentingan daerah. Hal ini terlihat dari salah satu prinsip KTSP yaitu berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
4.      Merupakan kurikulum teknologis. Hal ini terlihat dari standar kompetensi, kmpotensi dasar, dan indkator hasil belajar yang didalamnya mengadopsi teknologi.
C.  Tujuan KTSP
     Secara umum tujuan KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenngan (otonomi) dalam lembaga pendidikan.
D.   Dasar Penyususnan KTSP
Pengembangan KTSP didasarkan dua landasan pokok yakni landasan empiris dan landasan formal. Landasan empiris di antaranya. 1) adanya kenyataan rendahnya kualitas pendidikan baik proses maupun hasil. 2) Indonesia memiliki keragaman sosial budaya degan potensi dan  kebutuhan yang berbeda. Keanekaragaman daerah perlu dijadikan pertimbangan dalam proses penyusunanan dan pengembanagn kurikulum. Yang menjadi landasan formal KTSP adalah UU RI no 20 tahun 2003 tentang  Sistem Pendidikan Nasional dan Permen RI No 19 Tahun 2005 tentang Standar Naional Pendidikan.
E.    Prinsip-prinsip Pengembangan KTSP
1.      Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik, dan lingkungan
2.   Beragam dan terpadu, kurilum meliputi subtansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pegembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna.
3.        Tanggap terhadap ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
4.        Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5.        Menyeluruh dan berkesinambungan
6.   Belajar sepanjang hayat, diarahkan pada proses penegembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
7.        Seimbang antara kepentingan nasional dan  kepentingan daerah.

F.    Komponen KTSP
KTSP terdiri dari empat komponen. 1) Tujuan pendidik, tujuan pendidikan satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu pada tujuan umum pendidikan. Tujuaan ptingkat satuan pendidikan telah dirumuskan  pada Permen No 19 Tahun 2005 tentang stndar Nasional pendidikan. 2) Struktur Program dan Muatan Kurikulum. Struktur program dan muatan kurikulum terdiri dari kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, etetika, pelajaran jasmani, olah raga, kesehatan. Muatan KTSP meliput mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, pengaturan jam belajar. Pengaturan beban belajar meliputi. a) menggunakan sistem paket. b) sistem kridit semester (SKS). c) Jam pebelajaran untuk setiap  mata pelajaran sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum dan dimungkinkan menambah maksimun 4 jam. d) alokasi waktu untuk penugasan  terstruktur dan kegiatan mandiri dalam sistem paket. untuk SD sederajat 0%-40%, SMP  dan sederjat 0%-50%, SMA dan sederajat 0%-60%.. e) Alokasi waktu untuk praktik.  empat jam praktik setara dengan atau kali tatap muka.f) Alokasi waktu untu tatap muka, penugasan   terstruktur yang menggunakan sistem SKS yaitu 40 menit tatap muka, 20 menit  kegiatan mandiri. Satu SKS terdiri dari  45 menit tatap muka, 25 menit kegiat terstruktur dan kegiatan mandiri. Kenaikan, penjurusa, dan kelulusan. 3) Kalender Pendidikan, Satuan pendidikan dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam standar isi. 4) Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok, kegiatan pembelajaran dan indicator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
1.      Proses Penyusunan KTSP.
1)    Analisis konteks
a.         Mengidetifikasi standar isi dan standar  isi
b.        Menganalisis semua kondisi yang ada.
c.         Menganalisis peluang dan tantangan
2.        Mekanisme penyusunan

a.         Tim penyusun
§  Tim penyusun KTSP pada SD, SMP, SMA, dan SMK terdiri atas guru, konselor, dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggta.
§  Tim penyusun KTSP MI,MTs, MA, dan MAK terdiri atas guru, konselor, dan kepala madrsah sebagai ketua merangkap anggota.
§  Tim penyusun KTSP khusus(SDLB, SMPLB, SMALB) terdiri atas guru, konselor, kepala sekolah sebagi ketua merangkap anggota.
b.      Kegiatan
Kegiatan dapat berbentuk rapat kerja/lokakaya sekolah/madrasah. Tahap kegiatannya meliputi penyiapan dan penyususna draf, review , finalisasi, pemantapan dan penilaian.
c.       Penberlakuan
KTSP diamggap sudah berlaku apabila dinyatakan berlaku oleh kepala sekolasetelah mendapat pertimbangan dari komite sekolahdan diketahui oleh dinas pendidikan tingkat kabupaten/kota.
BAB 7
PENGEMBANGAN DAN DOKUMEN KTSP
A.   Pendahuluan
Struktur KTSP terdiri dari dua dokumen. Dokemen pertama berisi tentang acuan pengembangan KTSP memuat latar belakang, tujuan dan prinsip pengembangan, tujuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan. Dokumen dua, berisi tentang silabus dan rencana pelaksaan pembelajaran
Dokumen Satu
Bab1 Pendahuluan
1.      Latar Belakang dan Dasar Pengembangan
2.      Tujuan pengembanagn dan Funsi KTSP
C. Prinsip-prinsip Pengembangan KTSP
Bab 2 Tujuan Pendidikan
1.      Tujuan Pendidikan
2.      Visi dan Misi Sekolah
C. Misi Sekolah
Bab 3 Struktur dan Muatan Kurikulum
1.      Mata Pelajaran
2.      Muatan Lokal
3.      Kegiatan Pengembangan
4.      Pengaturan Beban Belajar
5.      Kententuan Belajar
6.      Kenaikan Kelas dan Kelulusan
7.      Penjurusan
8.      Pedidikan Kecakapan Hidup
9.     Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

BAB 4 Kalender Pendidikan Minggu, hari, dan jam efektif
1.      Program Tahunan
2.      Program Semester
Dokumen dua
Dokumen dua berisi tentang silabus mata pelajaranB.     Pengembangan Dokumen Satu KTSP
BAB 1 Pendahuluan
a.    Latar Belakang
Pendahuluan berisi latar belakang. Pada latar belakang berisi dua alasan. 1) alasan rasional, berisi menjawab pertanyaan mengapa  perlunya KTSP? 2) dasar hukum, UUNomor 20 tahun 2003. Peratuaran Pemerintah Nomor 19 tahun 2009.
b.    Tujuan Pengembangan dan Fungsi KTSP
1.      Untuk dijadikan pedoman bagi guru dalam pengelolaan pembelajaran sesuai dengan karakteristiksiswa dan kebutuhan daerah.
2.      Sebagai pedoman dalam menetukan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa.
c.    Prinsip-prinsip Pengembangan KTSP
              i.      Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
            ii.      Beragam dan terpadu
          iii.      Tanggap dan terpadu
          iv.      Tanggap terhadap perkembangan IPTEK dan seni
            v.      Relevan dengan kebutuhan kehidupan
          vi.      Menyuruh dan berkesinambungan
        vii.      Belajar sepanjang hayat.
      viii.      Seimbangn anatar kepentingan nasional dan daerah.
BAB 2 Tujuan Pendidikan
1.      Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan dirumuskan sesuai UU No 20 Tahun 2003 Pasal 3. Disamping tujuan pendidikan juga dirumuskan tujuan sekolah. Dalam peraturan pemerintah No.19  Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pnedidikan  Bab V pasal 26 dijelaskan Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar, menengah umum, menengah kejuruan, dan pada jenjang pendidikan menengah.
2.      Visi dan Misi Sekolah
Visi adalah sasaran akhir yang terukur dan realisitis sesuai dengan potensi sekolah yang bersangkutan. Sedangkan misi adalah berkenaan dengan pertanyaan upaya apa yang dapat dilakukan untuk mencapai visi sekola
Bab 3 Struktur dan Muatan Kurikulum
A.       Mata Pelajaran
1.        Kelompok Mata Pelajaran, terdiri dari
        a.          Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
        b.          Kelompok mata pelajarn kewarganegaraan dan kepribadian
         c.          Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
        d.          Kelompok mata pelajara estetika
        e.          Kelompok mata pelajaran jasmani, olahrag, dan kesehatan.
2.       Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Bab 4 Kalender Pendidikan
Kalender pendidikan disusun oleh sekolah sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik, dan masyarakat dengan mengacu pada ketentuan yang ditetapkan dalam standar isi. Yang perlu disusun dalam kalender pendidikan adalah. a) Jumlah minggu dan hari efektif. b) Perencanaan program tahunan. c) Rencana program semester
C.  Pengembangan Dokumen Dua
1.    Pengembangan Silabus
a.    Pengertian
Silabus dapat diartikan sebagai rencana program pembelajaran satu atau kelompok mata pelajaran yang berisi tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa, pokok materi yang harus dipelajari siswa serta bagaimana cara mempelajarinya dan bagaimana cara untuk mengetahui pencapaian kompetensi
       b.    Manfaat Silabus
Untuk guru, silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam menyusun Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran, sebagai pedoman dalam penyelenggaraan suatu proses pembelajaran. Untuk admisnitrator, termasuk kepala sekolah silabus dapat dijadikan rujukan dalam menentukan berbagai kebijakan sekolah. Bagi pengawas bermanfaat untuk melakukan supervise sekolah.
       c.  Prinsip pengembangan silabus
Prinsip pengembangan silabus antara lain. a) ilmiah, b) relevan, c) sistematis,  d) konsisten, e) memadai, f) aktual dan kontektual, g) fleksibel, dan h) menyeluruh.
1.      Unit Waktu
1)    Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyeleggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
2)    Penyusunan silabus memerhatikan alokasi waktu yang disediakan per  semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran yang sekelompok.
3)    Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran denagn alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.
e.    Pengembang kurilkulm
Pengemabang silabus  dapat dilakukan oleh guru secara mandiri atau kelompok MGMP atau kegiata PKG.
f.     Format silabus
Format kurikulum memuat hala-hal berikut: 1) menentukan identitas silabus, 2) rumusan standar kompetensi, 3) menentukan kompetensi, 4) mengidentifikasi materi pokok/materi pembelajaran. Beberapa pertimbangan untuk menentukan materi pokok. a) potensi peserta anak didik, b) relevan dengan karakteristik daerah, c) tingkat perkembangan fisik, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik, d) kebermanfaatan bagi peserta didik, e) struktur keilmuan, f) aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran, g)  relevan dengan kebutuhan peserta didk dan tuntutan lingkungan, h) sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia, dan i) merumuskan kegiatan pembelajaran. 5) Merumuskan indikator. 6) Menentukan penilaian. 7) Menentukan alokasi waktu. 8) menentukan sumber belajar.
2.Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
a. Pengertian  dan fungsi RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah program perencanaan yang disusun sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaarn untuk setiap kegiatan proses pembelajaran. RPP dikembangkan berdasarkan silabus.
b.  Komponen-komponen RPP
Komponen RPP terdiri dari : 1) Tujuan pembelajaran.2) materi/isi 3) Strategi dan metode pembelajaran. 4) Media dan sumber belajar. 5) evaluasi
Bab 8
SISTEM PEMBELAJARAN
A.   Pengertian dan Kegunaan Sistem
Sistem adalah satu kesatuan komponen yang satu sama lain berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuaI dengan tujuan yang telah ditetapkan. Ada tiga hal penting dalam sIstem yakni: 1) Setiap sistem pasti memiliki tujuan. 2) Sistem selalu mengandung satu proses. 3) Proses kegiatan dalam suatu sIstem selalu melibatkan dan memanfaatkan berbagai komponen atau unsur-unsur tertentu.
B.  Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap sistem
Faktor guru, guru adalah komponen yang sangatmenentukan dalam implentasi suatu strategi pembelajaran
1.      Faktor siswa , siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya. Sikap dan penampilan siswa di kelas juga merupakan aspek lain yang mempengaruhi proses pembelajaran.
2.      Faktor sarana dan prasarana, sarana adalah segala sesuatau yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran.
3.      Faktor lingkungan, ada dua faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran yaitu faktor organisasi kelas dan iklim sosial-psikologi. Organisasi kelas yang terlalu besar memilki kecenderungan sebagai berikut. a) sumber daya kelompok semakin luas sehingga waktu yang tersedia semakin sempit. b) Kelompok kurang mampu memanfaatkan dan menggunakan sumber daya yang ada. c) kepusaan belajar setiap siswa cenderung menurun. d) perbedaan individu semakin tampak sehingga semakin sukar mencapai kesepakatan. e) semakin banyak siswa yang menunggu untuk sasam-sama maju mempelajari materi pelajaran baru. F) semakin banyak siswa yang enggan berpartisipasi aktif dalam iklim belajar.
C.  Komponen-komponen Sistem Pembelajaran
       Belajar adalah perubahan tingkah laku. Proses belajar akan tampak dengan cara membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses belajar seperti gambar berikut.
Bab  9
MENGAJAR DAN BELAJAR
DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM
A.   Konsep Dasar Mengajar
Mengajar sebagai proses menyampaikan materi pelajaranSecara deskripsi mengajar dapat diartikan sebagai proses penyampaian informsi atau pengetahuan  dari guru kepada siswa. Sebagai proses pengajaran berorientasi pada guru memiliki beberapa karakteristik:
a)    Proses pengajaran berorientasi pada guru (teacher centered), dalam kegiatan belajar mengajar, guru memegang peran sangat penting. Guru menentukan segalanya. Sehubungan dengan pengajaran tersebut guru memilki tiga peran utama yang harus dilakukan guru yaitu guru sebagai perencana, penyampai informasi, dan evaluator.
b)    Siswa sebagai objek belajar, konsep mengajar sebagai proses menyampaikan materi menempatkan siswa sebagai objek yang harus menguasai pelajaran. Sebagai objek kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan dengan minat dan bakatnya, bahkan untuk belajar sesuai dengan gayanya sangat terbatas.
c)    Kegiatan pengajaran terjadi pada tempat dan waktu tertentu. Proses pengajaran berlangsung pada tempat tertentu misalnya terjadi di dalam kelas dengan penjadwalan yang ketat sehingga siswa hanya belajar manakala ada kelas yang telah didesai sedemikan rupa sebagai tempat belajar.
d)    Tujuan utama pengajaran adalah penguasaan materi, keberhasilan suatu proses pengajaran diukur dari sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran yang disampaikan.
1.      Mengajar sebagai Proses Mengatur Lingkungan.
Perubahan paradigma mengajar dari hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran kepada mengajar sebagai proses mengatur lingkungan  didasarkan pada: 1) siswa bukan orang dewasa dalam bentuk mini akan tetapi mereka adalah organism yang sedang berkembang.Oleh karena itu, tugas   guru mengarahkan dan membimbing mereka  agar tumbuh dan berkembang secara optimal.  Guru harus dapat mengatur lingkung untuk membantu perkembangan siswa dengan baik. 2) ledakan ilmu pengetahuan mengakibatkan kecenderungan setiap orang tidak meungkin dapat menguasai setiap cabang ilmu.3) perkembangan teknologi khususnya teknologi, memungkinkan setiap orang bisa mendapatkan ilmu pengetahuan di mana dan kapan pun. 4) penemuan-penemuan baru khususnya dalam bidang psikologi, mengakibatkan pemahaman baru terhadap konsep perubahan tingkah laku.
Terdapat beberapa karakteristik dari konsep mengajar sebagai proses mengatur lingkungan.
a)    Mengajar berpusat pada siswa (student centered)
Mengajar tidak ditentukan oleh selera guru, akan tetapi sangat ditentukan oleh siswa. Guru berfungsi sebagi fasilitator dan siswa tidak dianggap objek belajar.
b)    Siswa sebagai subjek belajar
Siswa tidak dianggap sebagai organisme yang pasif tetapi dipandang sebagai organism yang aktif, yang memiliki potensi berkembang.
c)    Proses pembelajaran berlangsung di mana saja
Kelas bukan satustunya tempat belajar siswa. Siswa dapat memanfaatkan berbagai tempat belajar sesuai dengan kebutuhandan sifat materi pelajarn
d)    Pembelajaran berorientasi pada pencapaian tujuan
Perubahan tingkah laku merupakan tujuan pembelajaran bukan hanya penguasaan materi. Oleh karena itu, penguasaan materi bukanlah akhir dari proses pengajaran tetapi hanya tujuan antara untuk pembentukan tingkah laku yang lebih luas.
B.   Mengajar dan Pembelajaran
Pembelajaran dimaknai bukan hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran, akan tetapi juga dimaknai sebagai proses mengatur lungkungan.Dalam pembelajaran tampak jelas bahwa istilah pembelajaran itu menunjukkan pada usaha siswa mempelajari bahan pelajaran sebagai akibat perlakuan guru. Bruce Weil (1980) mengemukakan tiga prinsip penting dalam proses pembelajaran semacam ini. Pertama, proses pembelajaran adalah membentuk kreasi lingkungan yang dapat membentuk atau mengubah struktur kognitifKedua, berhubungan dengan tipe-tipe pengetahuan yang harus dipelajari. Ada tipe pengetahuan fisik, sosial, dan logika. Ketiga, dalam proses pembelajaran harus melibatkan peran lingkungan sosial. Anak akan lebih mempelajari pengetahuan logika dan sosial dari temannya sendiri.
Makna pembelajaran  ditunjukkan oleh beberapa ciri sebagai berikut:
1.      Pembelajaran adalah proses berpikir.
2.        Proses Pembelajaran adalah memanfaatkan potensi otak
3.        Pembelajaran berlangsung sepanjang hayat
Belajar adalah proses yang terus menerus, yang tidak pernah berhenti dan tidak terbatas pada dniding kelas. Prinsip belajar sepanjang hayat  sejalan dengan empat pilar pendidikan universal. 1) Learnig to know atau Learning to learn, 2) Learning to do, 3) Learning to be, 4) Learning to live together.
C.   Prinsip mengajar
A.    Berorientasi pada tujuan
B.     Aktivitas
C.     Individualistas
D.    Integritas
E.     Interaktif
F.      Inspiratif
G.    Menyenangkan
H.    Menantang
I.       Motivasi
D.   Makna Belajar
1.    Belajar sebagai Proses Perubahn Tingkah Laku
Belajar bukanlah sekedar mengumpulkan pengetahuan. Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan muculnya perubahan tingkah laku. Aktivitas mental itu terjadi karena adanya interaksi  individu dengan lingkungan yang disadari.Belajar pada dasarnya adalah suatu proses aktivitas mental seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya sehingga menghasilkan perubahan tingkah laku yang bersifat positif baik perubahan baik perubahan dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun psikomotor.
Tidak semua perubahan tingkah laku adalah hasil belajar. Ada banyak faktor yang menyebabkan perubahan tingkah laku diantaranya. 1) pengaruh tinngkah laku karena pengaruh obat. 2) Perubahan prilaku karena kematangan. 3) perubahn tingkah laku Karena penyakit. 4) perubahan tingkah laku karena pertumbuhan jasmani.
Belajar dilakukan secara sadar. Tanpa kesadaran tidak mungkin apa yang dipelajari dapat dikuasai. Namun demikian untu belajar tentang sikap bisa saja dilakukan tanpa kesadaran tetapi kebiasaan.
2.    Bentuk dan Hasil Perbuatan Belajar
Menurut Gagne sebagai  suatu proses ada delapan tipe perbuatan belajar yaitu.
1.      Belajar signal, memberikan reaksi terhadap perangsang.
2.      Belajar mereaksi perangsang melalui penguatan, yaitu memberikan reaksi yang berulang-ulang manakala terjadi reinforcement atau penguatan.
3.      Belajar membentuk rangkaian, yaitu belajar menghubung-hubungkan gejala atau faktor  yang satu dengan yang lain sehingga menjadi satu kesatuan yang berarti.
4.      Belajar asosiasi verbal, memberikan reaksi dalam bentuk kata-kata, bahasa.
5.      Belajar membedakan hal yang majemuk 
6.      Belajar konsep menempatkan objek menjadi klasifikasi tertentu.
7.      Belajar kaidah atau prinsip, menghubung-hubungkan beberapa konsep.
8.      Belajar memecahkan masalah, menggabungkan beberapa kaidah atau prinsip untuk memecahkan persoalan.
Kedelapan tipe belajar di atas tersusun secara hiearki, yang memberi petunjuk bagaimana perbuatan belajar dilakukan atau bagaimana terjadinya perbuata belajar.
Berkenaan dengan hasil belajar Gagne mengemukan ada lima jenis tipe hasil belajar yakni;
1.      Belajar kemahiran intelektual (kognitif), ada tiga tipe yaitu belajar mebedakan atau diskriminasi, belajar konsep, dan belajar kaidah.
2.      Belajar informasi verbal, belajar menyerap atau mendapatkan, menyimpan dan mengkomunikasikan beberapa informasi dari berbagai sumber
3.      Belajar meagatur kegiatan intelektual, adalah belajar untuk memecahkan masalah dengan memanfaatkan konsep dan kaidah yang telah dimilkiya
4.      Belajar sikap, hasil belajar sikap tampak dalam bentuk kemauan, minat, perhatian, dan perubahn perasaan.
5.      Belajar keterampilan motorik, berhubungan dengan kesanggupan atau kemampuan sesorang dalam menggunakan anggota badan.

E.    Teori-teori Belajar
a. Beberapa Teori Belajar Behavioristik
1) Teori Belajar Koneksionisme
2) Teori Belajar Classical Conditioning
3) Operant Conditioning
b. Teori Belajar Kognitif
1) Teori Gestalt
2) Teori Medan
3) Teori Konstruktivistik

BAB 10
FAKTOR PSIKOLOGI
DALAM PEMBELAJARAN
A.     Motivasi
Keberhasilan belajar siswa dapat ditentukan oleh motivasi belajar yang  belajar yang dimilikinya.  Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung prestasinya tinggi begitu sebaliknya. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuannya yang kurang tetapi karena kurang mempunyai motivasi belajar. Oleh karena itu, pendidikan modern memandang motivasi sebagi sesuatu yang sangat penting.
1.    Penegertian dan Fungsi Motivasi
a.      Pengertian Motivasi
Motivasi adalah dorongan yang dapat menimbulkan prilaku tertentu yang terarah kepada pencapain suatu tujuan tertentu. Hilgard mengatakan bahwa motivasi adalah suatu keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang menyebabkan seseorang melakukan kegiatan  tertentu untuk mencapai tujuan
b.             Fungsi Motivasi
1.        Mendorong siswa untuk beraktivitas, besar kecilnya semangat seseorang untuk beraktivitas ditentuk oleh besar kecilnya motivasi orang yang bersangkutan.
2.        Motivasi berfungsi sebagai pengarah, tingkah laku yang ditunjukkan setiap individu pada dasarnya diarahkan untuk memenuhi kebutuhannya atau pun untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
2.    Motivasi dan Kebutuhan
           Motivasi muncul karena kebutuhan. Oleh karena itu, kebutuhan adalah sumber motivasi Lalu bagaiman kebutuhan dapat mendorong aktivitas. Morgan menjelaskan tentang kebutuhan-kebutuhan siswa sebagi pendorong aktivitas sebagai berikut:
1.      Kebutuhan diri sendiri sebagai Pengerak Kegiatan itu Sendiri.
2.      Kebutuhan karena orang lain
3.      Kebutuhan untuk mencapai hasil
4.      Kebutuhan untuk mengatasi kesulitan
3.    Jenis-jenis Motivasi
Pembagian motivasi dapat dilihat dari perspektif kebutuhan dan perspektif fungsional, serta dari sifatnya.
1.      Perspektif Kebutuhan
Menurut Maslow terdapat tingkatan-tingkatan kebutuhan manusia
1)     Kebutuhan fisiologis
2)     Kebutuhan akan keamanan
3)     Kebutuhan sosial
4)    Kebutuhan menjadi dirinya sendiri
Perspektif fungsional
Motivasi yang didasarkan kepada insentif adalah motivasi yang muncul karena adanya tujuan nyata. Mialnya karena mendapat hadiah.
1.      Sifat Motivasi
Ada dua sifat motivasi. Pertama, motivasi intrinsik, motivasi yang muncu dari dalam individu. Kedua motivasi ekstrinsik, motivasi yang muncul dari luar idividu. Dalam proses pembelajarn motivasi intrinsik  sulit untuk diciptakan. Yang mungkin dapat dilakukan adalah mengembangkan motivasi ekstrinsik. Menurut umar Hamalik (1995) muncul faktor yaitu: tingkat kecerdasan siswa,  sikap guru terhadap kelas, pengaruh kelompok siswa, dan sussana kelas.
4.    Kepuasan dan Motivasi
Terdapat hubungan yang erat antar kepuasan seseorang yang dicapai dengan motivas
5.    Prinsip-prinsip Motivasi Belajar
Dari hasiil penelitian Kennetth H. Hoover (Oemar Hamali, 1995) mengumakan sejumlah prinsip sebagai berikut: a) Pujian lebih efektif daripada hukuman. b) Siswa memiliki kebutuhan psikologis yang bersifat mendasar yang perlu mendapat kepuasan.c) Motivasi intrinisik lebih efektif daripada motivasi ekstrinsik.d) respon-repon  atau tindakan tindakan yang sesuai dengan tujuan perlu diberikan penguatan. e) motivasi mudah menular kepada orang lain. f) Pemahaman siswa terhadap tujuan pembelajaran dapat membangkitkan motivasi belajar siswa
6.    Upaya Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa
Di bawah ini beberapa petunjuk untuk membangkitkan motivasi belajar siswa:
1.      Memperjelas tujuan yang diinginkan dicapai
2.      Membangkitkan minat siswa
3.      Menciptakan suasana yang menyenangkan
4.      Berilah pujian yang wajar terhadap keberhasilan siswa
5.      Beriakan penilaian
6.      Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa
7.      Ciptakan persaingan dan kerja sama
B.   Pengamatan dan Perhatian
1.    Pengamatan
       Pengamatan adalah proses pemanfaatan dan penggunaan alat indra yang dimiliki individu untuk mengenal lingkungan. 
2.    Perhatian
       Perhatian dapat  diartikan sebagai aktivitas mental seseorang dalam memberikan makna terhadap sesuatu rangsangan. Dengan demikian intensitas dan kualitas perhatian seseorang dapat mempengaruhi hasil belajar seseorang.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perhatian adalah: a) kekuatan dan daya tarik rangsangan. b) perubahan dan pergantian rangsangan. Rangsangan yang tidak tetap akan menarik perhatian seseorang. c) keteraturan rangsangan. Rangsangan yang teratur dengan tingkat  dengan kepastian yang tinggi akan mempengaruhi tingkat perhatian seseorang.
       Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perhatian seseorang dilihat dari aspek individu  diantaranya: a) minat seseorang terhadap rangsangan. b) Kondisi fisik setiap individu. c) motivasi setiap individu. d) kebutuhan individu.c) sasaran yang jelas.
       Bagi guru, meningkatkan perhatian siswa  bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya dengan: a) Penggunaan variasi suara (teacher voice). b) Pemusatan perhatian (focusing). Kebisuan  guru (Teacher silence).  c) Mengadakan kontak pandang (eye contact). d) Gerak guru (teacher movement). f) Variasi dalam penggunaan media dan alat pembelajaran. g) Variasi dalam berinteraksi.
Bab 11
GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN 
A.      MeningkatkanProfesional Guru
1.    Guru sebagai Jabatan Profesional
Untuk meningkatkan profesional guru  upaya pertama yang harus dilakukan adalah menyakinkan kepada setiap orang khusunya pada setiap guru bahwa guru adalah pekerjaan profesional  dalam rangka pencapaian standar proses pendidikan.
Untuk menyakinkan bahwa guru sebagai pekerjaan profesional mari kita tinjau syarat-syarat  atau ciri pokok dari pekerjaan professional.
1.      Pekerjaan profesianal ditunjang oleh suatu ilmu tertentu secara mendalam yang hanya mungkin didapatkan dari lembaga-lembaga  pendidikan yang sesuai.
2.      Suatu profesi menekankan  kepada suatu keahlian dalam bidang tertentu  yang spesifik sesuai dengan profesinya.
3.      Tingkat kemampuan dan keahlian suatu profesi didasarkan kepada latar belakang pendidikan yang dialaminya yang diakui mayarakat.
4.      Suatu profesi selain dibutuhkan oleh masyarakat juga memilki dampak terhadap sosial  kemasyarakatan.
2.  Mengajar sebagai pekerjaan Profesional
Ciri dan karakteristik dari proses mengajar sebagai tugas utama mengajar adalah:
1.      Mengajar bukanlah hanya menyampaikan materi pelajaran saja, akan tetapi merupakan pekerjaan yang bertujuan dan bersifat kompleks.
2.      Tugas seorang guru yang memiliki keahlian yang jelas  adalah mengantarkan siswa kearah tujuan yang diinginkan
3.      Seorang guru bukan hanya tahu tentang what to teach, akan tetapi juga paham tentang how to teach.
4.      Semakin tinggi derajat keprofesionalan seseorang, maka semakin tinggi pula penghargaan yang diberikan masyarakat.
5.      Pekerjaan guru bukanlah pekerjaan yang statis tetapi pekerjaan yang dinamis yang selamanya harus sesuai dan menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3.    Kompetensi Profesional Guru
Sebagai suatu profesi, terdapat sejumlah kompentensi yang dimiliki seorang guru yakni:
 a.            Kompetensi Pribadi
 b.            Kompentensi Profesional
  c.            Kompetensi Sosial Kemasyarakatan
B. Optimalisai Peran Guru dalam Proses Pembelajaran
Ketika  ilmu pengetahuna masih terbatas, penemuan teknologi belum berkembang seperti sekarang guru berperan sebagi sumber belajar. Setelah kemajuan teknologi guru tetap berperan  walaupun sepesat apapu teknologi tetap saja tidak bisa menggantikan peranguru. Berikut adalah beberapa peran guru
1.      Guru sebagi Sumber Belajar
2.      Guru sebagi Fasilitator
3.      Guru sebagai Pengelola
4.      Guru sebagai demonstrator
5.      Guru sebagai pembimbing
6.      Guru sebagai Motivator
7.      Guru sebagai Evaluator
BAB 12
STRATEGI PEMBELAJARAN
Bab 12
STRATEGI PEMBELAJARAN
A.   Konsep Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai  tujuan pendidikan tertentu.  Dari pengertian di atas ada hal yang perlu diperhatikan yaitu  strategi merupakan rencana tindakan dan strategi disusun untuk mencapai tujuan.
B.       Pertimbangan dalam Mengambangkan Strategi Pembelajaran
1.         Pertimbangan yang berhubungan dengan Tujuan yang ingin dicapai
2.         Pertimbangan yang Berhubungan dengan Bahan atau Materi Pembelajaran
3.         Pertimbangan dari Sudut Siswa
4.         Pertimbangan- pertimbangan lainnya

C.       Beberapa Jenis Strategi Pilihan
1.    Strategi Pembelajaran Ekspositoris (SPE)
 a.            Konsep Strategi Pembelajaran Ekspositoris
Strategi pembelajaran ekspositoris  adalah strategi pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada kelompok siswa  dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi secara optimal.
 b.            Prinsip penggunaan SPE
1.      Berorientasi pada tujuan
2.      Prinsip  komunikasi
3.      Prinsip kesiapan
4.      Prinsip berkelanjutan

2.       Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)
a.    Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Inkuiri
b.    Prinsip-prinsip Pelaksanaan ( SPI)
c.    Langkah-langkah Pelaksanaan SPI
1.      Oreitasi, langkah untuk membina suasan atau iklimpembelajarn yang responsif.
2.      Merumuskan masalah, langkah membawwa siswa pada persolan yang mengandung teka-teki.
3.      Merumskan hipotesis, jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji
4.      Mengumpulkan Data, aktivitas menjaring data yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
5.      Menguji hipotesis, proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh.
6.      Merumuskan kesimpulan, proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis
3.    Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK)
a.     Konsep Startegi Pembelajaran kooperatif (SPK)
Pembelajaran kooperatif merupakan model  pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan atau tim kecil yang heterogen. SPK meiliki dua komponen utama yaitu, komponen tugas(cooperative task) dan komponen struktur insentif kooperatif (cooperative incentive structure)
b.     Prinsip SPK
1.      Ketergantungan Positif
2.      Tanggung Jawab
3.      Interaksi tatap muka
4.      Partisipasi dan komunikasi

c.              Langkah-Langkah SPK
a.       Penjelasan materi
b.      Belajar dalam kelompok
c.       Penilaian
d.      Rangkuman Tim

Bab 13
INOVASI KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
A.      Pengertian Inovasi
Inovasi dapat diartikan sebagai sebagai sesuatu yang baru dalam situasi sosial tertentu yang digunakan untuk menjawab atau memecahkan suatu permasalahan.
B.      Masalah Pendidikan sebagai sumber Inovasi
1.      Masalah Relevansi Pendidkan
Yang dimkaksud dengan relevansi adalah kesesuaian antaar kenyataan atau pelaksanaan dengan tuntutan dan harapan. Masalah relevansi adat tiga sisi:  Pertama, relevansi pendidikan dengan lingkungan hidup siswa, Kedua, relevansi pendidikan dengan tuntutan kehidupan siswa baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang. Ketiga, relevansi pendidikan dengan tuntutan dunia kerja.
2.        Masalah kualitas Pendidikan
Rendahnya kualitas pendidikan dapat dilihat dari dua sisi. Pertama,dari sisi proses pendidikan,  Keduadari segi hasil rendahnya kualitas pendidikan dilihat dari meratanya hasil Ujian Nasional.
3.        Masalah efektititas dan efesiensi
Efesiensi berhubungan dengan jumlah biaya, waktu dan tenaga yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu
4.        Masalah daya Tampung yang terbatas    
Masalah pendidikan kita adalah masalah daya tampung SLTP yang terbatas
C.      Difusi dan Keputusan Inovasi
        Difusi adalah proses komunikasi atau saling tukar informasi  tentang suatu bentuk inovasi antar warga masyarakat sasaran sebagai penerima inovasi dengan menggunakan saluran tertentu dalam waktu yang tertentu pula
D.     Hambatan Hambata Inovasi
Ada enam hambatan yang dapat menghambat suatu inovasi yaitu
1.      Estimasi (perencanaan) yang Tidak Tepat
2.      Konflik dan motivasI
3.      Inovasi tidak berkembang
4.      Masalah Finansial
5.      Penolakan dari kelompk tertentu.
6.      Kurang adanya hubungan sosial

E.    Beberapa Jenis Inovasi dalam Kurikulum dan Pembelajaran
1.      Pemberlakuan Kurikulum tingkat satuan pelajaran (KTSP)
2.      Penyelenggaraan Sekolah Lanjutan Pertama terbuka  (SLTPT)
3.      Pengajaran melalu modul
4.      Pembelajarn melalui komputer.

Bab 14
EVALUASI KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
A.       Evaluasi dan Pengukuran
1.         Makna Evaluasi dan Pengukuran
Guba dan Lincoln mendefinisikan evaluasi sebagai  suatu proses memberikan petimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipertimbangkan. Sesuatu itu bisa berupa benda, orang, keadaan.  Berdasarkan pengertian tersebut terdapat dua yang menjadi karakteristik evaluasi . Pertama, evaluasi merupakan suatu proses, dalam  evaluasi mestinya terdiri dari berbagai macam tindakan yang  harus dilakukan.
2.        Fungsi Evaluasi
a.         Alat yang penting sebagai unpan balik siswa
b.        Untuk mengetahui ketercapaian siswa dalam menguasai tujuan
c.         Memberikan informasi untuk mengembangkan kurikulum
d.        Digunakan oleh siswa secara individual dalam menganbil keputusan khusunya untuk menentukan masa depan
e.         Bagi pengembang kurikulum berguna untuk menentukan kejelasan tujuan khusus yang ingin dicapai.
f.         Sebagai umpan balik semua pihak yang berkepentingan dengan pendidkan di sekolah.

B.       Evaluasi Kurikulum

1.        Makna Evaluasi Kurikulum
Evaluasi kurikulum adalah suatu proses mempertimbangkan untuk member nilai dan arti terhadap suatu kurikulum tertentu. Pertimbangann nilai adalah pertimbangan  yang ada dalam kurikulum itu sendiri.  Misalnya evaluator menilai apakah kurikulum  yang dinilai itu  dapat dimengerti olah guru. dinilai Konsep arti berhubungan denagn kebernmaknaan suaru kurikulum.Misalnya, apakah kurikulum tersebut memberikan  arti untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa.
2.        Ruang Lingkup Evaluasi Kurikulum
1.      Evaluasi Kurikulum sebagi Suatu Program atau Dokumen
a.       Evaluasi Tujuan Pendidikan 
b.      Evaluasi terhadap isi /materi kurikulm 
c.       Evaluasi terhadap Strategi Pembelajaran
d.      Evaluasi terhadap Program penilaian beberapa kriteri yang dapat dijadikan
2.   Evaluasi Pembelajaran sebagai Implementasi Kurikulum
C.   Evaluasi  Berbasis Kelas
A.    Pengertian Penilaian berbasis kelas merupakan bagian integral dalam proses pembelajaran  yang dilakukan sebagai proses pengumpulan  dan pemanfaatan informai yang n menyeluruh yang  tenatang hasil belajar yang diperoleh siswa  untuk menetapkan tingkat pencapaian dan penguasaan kompetensi seperti yang diteapkan kurikulum dan sebagai unpan balik untuk perbaikan prose pembelajarn. Ada karakteristi penilaian berbasis kelas. Pertama, merupakan bagian integral dalam proses pembelajara. Kedua, merupakan proses pengumpulan informasi yang menyeluruh. Ketiga, hasil pengumpulandata digunakan untuk menetukan tingkat penguasaan kompetensi. Keempat, pengumpulaninformasi digunakan untuk meningkatkanhasil belajar.
2.    Prinsip-prinsip Penilaian Berbasis Kelas
a.    Motivasi
b.    Validitas
c.    Adil
d.    Terbuka
e.    Berkesinambungan
f.     Bermakna
g.    Menyeluruh
h.    Edukatif

D.   Jenis-jenis Tes
1.    Tes
a.    Penegertian
Tes adalah teknik penilaian yang biasa digunaakn untuk mengukur kemamppuan siswa dalam pencapaian suatu kompetensi tertentu, memlalui pengolahan secara kuantitatif yang hasilnya berupa angka
b.    Kriteria 
Tes harus memiliki  kriteria validitas artinya tes memiliti tingkat validitas apabila dapat mengukur apa yang hendak diukur. Tes harus memiliki tingkat reabilitas yaitu dapat menhasil hasil tes yang kosisten.
c.    Jenis-jenis tes
1.      Tes berdasarkan jumlah pesertates individu dan tes kelompok
2.      Tes standard an tes buatan guru
3.      Tes berdasarkan pelaksanaan, terdiri dari tes tulisan, lisan, dan perbuatan

2.    Nontes/nuan nukiuny
Nontes adalah alat evaluasi yang biasa digunakan untuk menilai aspek tingkah laku termasuk sikap, minat dan motivasi. Tes ini dianaarnay obsevasi, wawancara, studi kasus, skala sikap.
Bab 15
PENILAIAN PORTOFOLIO
A.   Pengertian
 Portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan karya siswa yang disusun secara sistematis dan terorganisisi  sebagai hasil dari usaha pembelajaran yang telah dilakukan dalam kurun waktu tertentu
B.   Prinsip-prinsip Penilaian Portofolio
A.    Saling percaya
B.     Keterbukaan
C.     Kerahasian
D.    Milik bersama
E.     Kepuasan dan kesesuaian
F.      Budaya pembelajaran
G.    Refleksi

D.   Keunggulan dan Kelemahan Portofolio Keunggulan
1.      Dapat menilai   kemampuan siswa secara menyeluruh
2.      Dapat menjamin akuntabilitas
3.      Merupakan penialaian bersifat individu
4.      Merupakan penilaian yang terbuka
5.      Penilaian portofolio bersifat self evaluation Kelemahan
E.    Tahapan Pelaksanaan Portofolio
1.    Menentukan Tujuan
2.    Penentuan Isi Portofolio
3.    Menentukan Kriteria dan Format Penilaian

BAB VII
KELEBIHAN BUKU II

·           Cover dari buku yang menarik
·           Buku II lebih tebal dibandingkan buku I
·           Isi bukunya sangat lengkap
·           Materi yang dipaparkan sederhana dan mudah dicerna oleh pembaca
·           Buku ini membahas tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
·           Buku ini mempunyai kesimpulan yang terdapat di belakang buku tersebut

BAB VIII
KELEMAHAN BUKU

Di dalam buku yang kedua ini, mempunyai kelemahan yaitu dari segi desain buku dalam buku atau tulisan dari buku tersebut. Tulisan buku tersebut sama halnya dengan buku yang pertama, sama sama cuma memakai tinta berwarna hitam, hal tersebutlah yang membuat para pembaca menjadi lebih cepat bosan bukan hanya itu saja, tinta yang di pakaipun jelek dan ada beberapa Bab yang tulisannya buram. Untuk buku yang kedua ini sangat mudah robek atau kertanya mudah lepas dari lemnya.
Buku tersebut sangat lumayan tebal dan juga lengakap, tapi buku yang terlalu tetap membuat para pembacanya sangat lebih cepat bosan, buat lah buku ini menjadi standart atau tidak tebal agar para peminat untuk tersebut semakin banyak. Ada beberapa kata yang sulit dalam buku tersebut.
Tidak ada rangkuman dalam setiap Bab di didalamnya, sehingga si pembaca buku tersebut menjadi sedikit kebingungan apa inti dari setiap Bab.
Buku tersebut di lengkapin biografi si penulis, tetapi penulis tidak mencatum kan gambarnya 

  

BAB IX
PERBANDINGAN ANTARA BUKU I & II
                                                  
Perbandingan kedua buku tersebut adalah :
-          Buku pertama mempunyai cover halaman depan yang kurang menarik bagi si penbaca, sedangkan buku yang kedua mala sebaliknya, memiliki cover halaman depan yang menarik untuk membacanya.
-          Dari isi kedua buku, buku pertama sebenarnya lengkap membahas tentang perkembangan kurikulum dalam pembelajaran, tapi ada 1 yang kurang dalam buku tersebut, yaitu contoh dalam struktur kurikulum ataupun membahas tentang KTSP. Sedangkan buku yang dua, buku tersebut lengakap dengan isi materinya, berbedah dengan buku satu. Buku ini meletakan bagan tentang struktur kurikulum.
-          Dari segi penulis. Kedua buku tersebut sangatlah berbeda, buku pertama di tulis oleh 20 orang penulis, sehingga buku ini banyak pembahasan tentang kurikulum dalam pembelajaran. Dan, buku yang kedua di tulis oleh 1 orang saja, tapi si penulis banyak mengambil referensi dari berbagai buku-buku tentang suatu kurikulum pembelajaran, jadi buku tersebut banyak pembahasannya.
-          Buku pertama tidak membahas tentang PENILAIAN PORTOFOLIO dalam pembelajaran serta ada beberapa contoh-contoh format penilaian portofolio, contoh tersebut di perlihatkan melalui sebuah bagan/gambar. Sedangan buku kedua, sama sekali tidak membahas tentang format penilaian portofolio.
-          Kedua buku tersebut di dalam biografinya tidak terdapat gambar dari si penulis, jadi peminat pembacanya tidak mengetahui bagaimana sosok dari si sepenulis.
-          Dari segi harga kedua buku tersebut sangatla berbeda, buku pertama mempunyai harga yang cukup mahal, sedangkan buku kedua mempunyai mempunyai harga yang standart.

BAB X
KESIMPULAN

Kesimpulan dalam kedua buku tersebut, sama-sama menjelaskan tentang perkembangan suatu kurikulum dalam proses pembelajaran dan juga bagaimana cara penyusunan yang baik dan benar dalam suatu penyusunan kurikulum dalam proses pembelajaran di Indonesia.
Hal yang terpenting bagi pendidik ataupun mahasiswa yang mengambil jurusan kependidikan harus mampu membuat suatu metode atau strategi dan juga inovasi baru dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat mengembangan potensi diri nya untuk mencapai hasil yang lebih baik dan juga maksimal sebab suatu kurikulum di sangat perperan penting bagi seorang guru. Seorang guru harus bisa memberikan pembelajaran yang bisa di serap oleh para peserta didik.
Kurikulum dan Pembelajaran, kedua nya saling berkaitan bagi proses belajar bagi peserta didik dan penyusunan proses belajar untuk  pendidik.
Dengan zaman yang semakin modern, kurikulum harus selalu mempunyai ide-ide atau hal-hal baru untuk suatu pembelajaran di sekolah, agar para pendidik bisa membuat peserta didik menjadi tidak bosan untuk belajar.


BAB XI
SARAN

Bagi saya kedua buku tersebut mempunyai kekurangan yaitu dalam desain buku. Desain buku tersebut yaitu sangat polos, hal tersebut yang membuat pembaca kedua buku tersebut menjadi sangat bosan. Jadi menurut saya, di dalam kedua buku tersebut harus lebih sedikit di warnai sekreatif mungkin dalam tulisannya, terutama poin-poin penting dalam isi kedua buku tersebut agar kedua buku tersebut tidak membuat pembaca menjadi bosan dan juga kedua buku tersebut menjadi buku yang sangat baik dalam proses pembelajaran terhadap pelajar, mahasiswa ataupun calon-calon guru. Materi di dalam buku satu tersebut tidak sepenuhnya lengkap tentang penyusunan kurikulum atau contoh dari penyusunan kurikulum (KTSP), jadi saya harapkan buku tersebut harus lebih lengkap lagi dan juga harus di buat semenarik mungkin agar peminat buku tersebut lebih bisa memahami lebih muda tentang isi buku.
Dalam buku yang kedua, juga harus dapat di perbaiki agar buku tersebut lebih banyak minat pembacanya. Terutama dalam segi bahasa/kata-kata dalam isi buku tersebut, buat lah bahasa/kata-kata di dalam buku tersebut menjadi lebih mudah di pahami oleh pembaca, khususnya mahasiswa dan juga calon-calon guru untuk lebih muda memahami bagaimana cara penyusunan kurikulum yang baik dan benar. Bukan hanya itu saja, buku ini terlalu tebal menurut saya. Buat lah buku ini tidak terlalu tebal dan juga buat lah buku ini lebih menarik lagi agar peminat nya lebih paham akan isi buku tersebut dan juga senang, karena sudah mempunyai buku yang sangat bagus.
Jadi saran saya untuk penulis, ataupun bagi pencetak dan penerbit kedua buku tersebut agar lebih teliti lagi dan harus lebih sekreatif mungkin untuk penerbitan kedua buku tersebut. Kedua buku tersebut harus sama sama di perbaiki dan juga harus di lengkapin dalam hal materi, dan juga dalam desain cover, desain dalam isi buku, dan juga buatlah bahasa-bahasa yang lebih menarik agar lebih mudah di pahami bagi pembaca kedua buku tersebut.

REFRENSI

  -    Tim Pengembangan MKDP kurikulum dan pembelajaran, 2016, Kurikulum dan     Pembelajaran, Jakarta : Raja Grafindo Perseda.
   -    Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, M.Pd, 2011, Kurikulum dan Pembelajaran “ Teori        dan   Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan”, Jakarta : Kencana Prenada Group.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Jurnal Kurikulum